Sabtu, 11 April 2026

Opini

Opini: Geografi Pariwisata NTT Antara Peluang dan Tantangan

Kini pemerintah dalam kebijakan pembangunan pariwisata NTT kiranya perlu berusaha membangun Labuhan Bajo Baru di daerah lainnya wilayah NTT. 

|
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ALBERT NOVENA
Albert Novena 

Oleh: Albert Novena SVD
Tinggal di Seminari Tinggi Ledalero-Maumere, Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM - Geografi Nusa Tenggara Timur menyediakan berbagai potensi obyek dan atraksi wisata dari alam dan budaya disertai kearifan manusia yang berdiam dalam lingkungan geografi itu untuk dapat diolah menjadi produk wisata guna ditawarkan kepada wisatawan. 

Untuk mengembangkan peluang ini dibutuhkan kesungguhan kerja tata kelola pariwisata yang baik (good tourism governance) dari pemerintah dan masyarakatnya (Arjana I.G. B. 2015, Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. p. 33-64).

Geografi NTT

Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), memiliki kekayaan geografi pariwisata yang meliputi luas wilayah daratannya 47.931,54 km2, dengan jumlah pulau-pulaunya sebanyak 1.192, serta bentangan laut seluas 151.414,05 km2.

Dengan panjang garis pantai sekitar 5.700 km sungguh merupakan satu Provinsi Kepulauan.

Jumlah penduduk seluruhnya sekitar 5,6 juta jiwa dan mencakupi 72 kelompok etnis dengan keragaman budaya, bahasa serta agama.  Semua  ini merupakan kekayaan modal pariwisata NTT yang sangat menguntungkan. 

Tahun 2020 pemerintah Indonesia menetapkan Labuhan Bajo di Manggarai Barat, Flores, menjadi satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia dan kini memiliki satu bandara internasional. 

Perkembangan ini menimbulkan harapan, seluruh wilayah NTT dengan kekayaan geografi pariwisatanya nanti bertumbuh menjadi satu gugusan destinasi turisme internasional di Indonesia.

Potensi maritim dan budaya,serta alam di seluruh wilayah NTT perlu dikembangkan dalam pembangunan pariwisata NTT.

Wisata Maritim

Bentangan luas laut antara pulau-pulau besar dan kecil di wilayah NTT memberi peluang bagi masyarakat mengusahakan tiga bidang kegiatan ekonomi maritim yang saling berkaitan yakni wisata maritim, industri maritim dan transportasi maritim.

Potensi daya Tarik wisata maritim mencakupi bentang pesisir pantai (coastal), bentang laut (marine), dan bentang bawah laut (submarine). 

Bentang coastal memiliki pantai indah, menarik wisatawan menikmati berbagai atraksi wisata misalnya berenang, berjemur atau olah raga pantai. 

Selain itu hutan mangrove, terumbu karang merupakan daya tarik sendiri dalam wisata pantai. 

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved