Senin, 4 Mei 2026

Opini

Opini: Geografi Pariwisata NTT Antara Peluang dan Tantangan

Kini pemerintah dalam kebijakan pembangunan pariwisata NTT kiranya perlu berusaha membangun Labuhan Bajo Baru di daerah lainnya wilayah NTT. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ALBERT NOVENA
Albert Novena 

Bentang marine atau permukaan laut dapat diramaikan misalnya dengan kegiatan memancing, parasailing, yachting, berselancar dan kapal pesiar. 

Bentang bawah laut dapat diintensifkan dengan kegiatan diving and snorkeling.

Industri maritim mencakupi pengolahan pelbagai biota laut seperti perikanan dan rumput laut yang tentu bisa menjadi obyek dan daya tarik wisata sekaligus produknya menjadi bahan kuliner laut wisatawan. 

Selanjutnya ekonomi maritim tentu tidak dapat dipisahkan dari kegiatan usaha transportasi maritim untuk melayani mobilitas manusia, barang dan jasa,termasuk tersedianya berbagai sarana rekreasi wisata maritim seperti kapal pesiar pesisir laut dan antarpulau serta house boat.

Wisata budaya

NTT juga memiliki kekayaan budaya, agama dan sejarah. Berbagai etnis memiliki aneka bentuk kesenian (tarian, tenunan, kerajinan tangan), kuliner, rumah adat, pakaian adat dan lain-lain. 

Ada berbagai ritual berhubungan dengan pertanian, peristiwa alam dan siklus hidup manusia. 

Ada berbagai perayaan keagamaan dan bangunan suci atau tempat ziarah dari agama-agama yang ada. 

Tidak kurang pula berbagai bentuk peninggalan baik dari ethnohistory dan arkeologi yang kini bisa dilihat di Museum Bikon Blewut, di Seminari Tinggi Ledalero maupun dari sejarah modern seperti situs rumah pengasingan Bung Karno di Ende.

Wisata alam

Begitu juga panorama alam NTT sangat indah dengan banyak gunung api dan sumber mata air panas, beragam fauna dan flora, dataran tinggi dan sabana, danau, sungai dan air terjun, gua alam dan batuan kapur atau karst, dan tidak kurang pula bentangan sawah dan ladang. 

Fenomena alam juga mengandung pesan spiritualnya dalam masyarakat NTT seperti Gunung Mutis di Timor dan Kelimutu di Flores.

Semuanya ini merupakan modal pariwisata yang perlu dimanfaatkan secara  baik.

Menghapus Label Miskin

NTT sering diplesetkan dengan nada pejoratif Nasib Tidak Tentu atau Nanti Tuhan Tolong untuk menunjukkan situasi kemiskinan di NTT yang masih tergolong peringkat ketiga provinsi termiskin di Indonesia. 

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved