Rabu, 27 Mei 2026

Opini

Opini: Pancasila Abadi dalam Spirit Flobamora

Inti dari Hari Kesaktian Pancasila adalah kemauan kolektif untuk bersatu, sebagaimana termaktub dalam Sila Persatuan Indonesia. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI INOSENSIUS E MOKOS
Inosensius Enryco Mokos 

Demikian pula, di Flores, tarian Caci di Manggarai, sebuah tarian perang tanding cambuk yang melibatkan dua penari saling memukul selalu diakhiri dengan tarian bersama dan saling merangkul, melambangkan persaingan yang terintegrasi dalam persaudaraan. 

Di Alor, tarian Lego-Lego mencerminkan persatuan dalam kesetaraan. Tarian melingkar ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, berpegangan tangan dalam satu lingkaran sambil menyanyikan lagu-lagu adat, menegaskan bahwa tidak ada individu yang lebih tinggi dari komunitas. 

Fakta menariknya, keragaman bahasa di NTT diperkirakan mencapai lebih dari 500 sub-etnis; namun, mereka terangkum dalam Spirit Flobamora. 

Kearifan lokal inilah yang secara konsisten mengajarkan bahwa perbedaan adalah kekuatan yang harus diatur dalam bingkai tradisi, bukan sumber perpecahan. 

Pasola, Fetifuan, Caci, dan Lego-Lego adalah mekanisme kultural yang memastikan mosi (persatuan) tetap terjaga, menjadikannya model sempurna penerapan Sila Persatuan.

NTT, dengan segala kekayaan kearifan lokalnya, menegaskan bahwa Kesaktian Pancasila bukanlah dogma formal yang diucapkan di mimbar, melainkan realitas budaya yang hidup dan bergerak dalam ritual dan struktur sosial. 

Dari pengakuan spiritual Mane'ek, Penti, dan Uis Neno yang mengokohkan Sila Ketuhanan, hingga Pasola dan Fetifuan yang memurnikan dan merekatkan Sila Persatuan, Flobamora menyajikan pelajaran berharga. 

Ia mengingatkan kita bahwa fondasi keindonesiaan yang sesungguhnya terletak pada kemampuan kita merawat tradisi luhur yang secara inheren membawa nilai-nilai persatuan dan spiritualitas. 

Pada 1 Oktober 2025, marilah kita melihat NTT bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai benteng kearifan, dimana Bhinneka Tunggal Ika dihidupkan setiap hari, membuktikan bahwa Pancasila benar-benar sakti. Semoga! (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved