Breaking News
Senin, 27 April 2026

Opini

Opini - Causa Etika: Putusan PTDH Kompol Cosmas

Cosmas dan Affan ada di tengah-tengah keadaan ini. Mereka berdua mewakili dua sisi yang saling bertentangan. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI PETORNIUS DAMAT
Petornius Damat 

Kebajikan/ kebijaksanaan diperoleh dari kemampuan appetitive/ instinct yang berelasi dengan alam asli. 

Etika/ habitus timbul dari usaha manusia meniru kebaikan dari alam asli. 

Kebaikan dari alam yang asli dianggap dan dirasa baik sehingga dilakukan terus menerus.

Kemampuan appetitive/ instinct pada manusia memampukan manusia untuk menjawab (memberikan re-aksi) terhadap alam yang menginisiasi gerakan di alam. 

Pandangan Cicero, didasarkan pada factum manusia adalah bagian dari alam, sehingga manusia berelasi dengan alam dalam bentuk manusia bergerak bersama alam, memberikan gerakan kepada alam (mengelola atau menguasasi alam) baik gerakan itu sebagai gerakan inisiasi maupun sebagai reaksi kepada gerakan dari alam sebagai causa gerakan yang pertama. 

Dalam konteks etika, habitus yang melahirkan kebajikan/ kebijaksanaan dari perangkat appetitive/ instinct manusia menjadi prompter/ diriver yang primer/ utama. 

Bahwa instinct juga melibatkan reason/ pikiran/ kehendak tetapi dalam batasan fungsinya untuk memberikan dukungan subordinasi kepada instinct. 

Peran ini memberikan posisi kepada instinct sebagai pemilik kasta yang lebih tinggi dari pikiran/ kehendak yang lebih rendah sebagai budaknya.

Sebagai contoh, pertama, etika/ habitus masyarakat yang hidup di pesisir Pantai Lamalera. 

Mereka membangun relasi etis dengan alam dengan cara melaut, menyandarkan hidup kepada belas kasih laut (alam). 

Cara hidup demikian dibangun di atas dasar kebajikan hidup antara manusia dengan alam-alam dengan manusia. 

Kedua, masyarakat suku Badui di Jawa Barat. Hidup mereka bersandar dan bergantung pada alam murni. Hidup mereka mengalir bersama alam. 

Mereka tidak menggunakan alas kaki seperti sandal, sepatu. Bagi mereka, alas kaki menjadi barrier/ penghalang relasi antara telapak kaki mereka dengan alam. 

Cara hidup seperti ini memberikan telapak kaki yang sehat, kaki yang kuat. 

Ini merupakan kebajikan/ kebijaksanaan hidup yang saling menghidupkan. Inilah etika yang berbasis pada appetitive/ instinct menurut Cicero.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved