Opini
Opini - Causa Etika: Putusan PTDH Kompol Cosmas
Cosmas dan Affan ada di tengah-tengah keadaan ini. Mereka berdua mewakili dua sisi yang saling bertentangan.
Haruslah diakui bahwa ketika yang terkasih Affan meninggal, saat itu terjadi tepat pada momentum instinct yang buas dan liar sedang menguasai kota Jakarta.
Rakyat dan kaum muda menuntut hak-hak manusia yang paling dasar. Sehingga, untuk membahas etika dalam konteks fenomena di atas, baik Cosmas dan Affan haruslah diposisikan secara netral dan seimbang.
Atribut yang dilekatkan pada mereka berdua seperti pada Cosmas yang diposisikan sebagai pelaku dan Affan sebagai driver ojol yang diposisikan sebagai korban haruslah dilepaskan.
Tujuannya supaya tulisan ini mengalirkan keseimbangan rasa dan pikiran.
Apa itu Etika?
Pada bagian pertama dari tulisan ini perlulah untuk memahami tentang apa itu etika?
Kata etika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai: ilmu tentang hal yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
Dalam kamus Bahasa Inggris, kata Etika berasal dari kata ethic yang berarti: studi (ilmu) tentang moral.
Etika dari kata ethikos (Greek) yakni: berkaitan dengan karakter atau yang berkaitan dengan kata èthos yaitu: custom.
Kata custom memiliki arti: habit (perilaku/ perbuatan yang dilakukan terus menerus).
Berdasarkan etimologi kata etika, tulisan ini mengambil makna etika sebagai: perbuatan/perilaku yang dilakukan terus menerus oleh seseorang atau sekelompok masyarakat.
Suatu perbuatan yang dilakukan terus menerus karena dianggap baik dan memberikan kebaikan atau memberikan (mendukung) kehidupan.
Mengapa etika (habit) itu dilakukan terus menerus? Ada dua pendapat yang dirujuk untuk menjelaskan hal ini?
Pertama, padangan Markus Tulius Cicero. Dalam karyanya De Inventione (84 BCE) Cicero menjelaskan bahwa kebajikan (hidup) atau suatu kebijaksanaan lahir dari etika/ habitus/ kebiasaan yang telah dilakukan dalam waktu yang lama.
Etika ini bersumber dari kemampuan appetitive/ instinct manusia. Kemampuan appetitive/ instinct ini dianggap sebagai alam lanjutan (alam kedua) dari alam yang sesungguhnya.
Petornius Damat
Kompol Cosmas Kaju Gae
Cosmas Kaju Gae
Affan Kurniawan
POS-KUPANG.COM
Opini Pos Kupang
| Opini: Perairan NTT Tak Sekadar Terkait Perut Rakyat Namun Sumber Kedaulatan Ekonomi |
|
|---|
| Opini: ProKlim, Ekonomi Karbon, dan Momentum Aksi Nyata dari Komunitas |
|
|---|
| Opini - Ketika Data Mengalahkan Realitas: Ancaman Baru Bagi Kearifan Lokal NTT |
|
|---|
| Opini: Menjaga Mutu Undana di Balik Layar WFH |
|
|---|
| Opini: Pendidikan sebagai Jalan Pemulihan Martabat Manusia di Era Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Petornius-Damat.jpg)