Opini
Opini: Kesalehan Literasi Digital, Jalan Membangun Peradaban
Tetapi dalam konteks literasi digital, kesalehan lebih tepat dipahami sebagai kebiasaan etis yang menuntun perilaku digital kita.
Strategi Membangun Kesalehan Literasi Digital
Kesalehan digital tidak akan lahir secara otomatis. Ia harus ditumbuhkan melalui kebijakan publik, pendidikan, dan budaya masyarakat. Beberapa langkah strategis yang bisa ditempuh antara lain:
Pertama, integrasi dalam kurikulum. Literasi digital seharusnya tidak diajarkan sebagai mata pelajaran teknis semata, melainkan terintegrasi dengan pendidikan kewargaan, etika, dan ilmu sosial.
Sejak sekolah dasar, anak-anak bisa diajak berpikir kritis tentang informasi yang mereka temui.
Kedua, penguatan akses digital. Pemerintah bersama sektor swasta perlu memastikan ketersediaan infrastruktur internet yang merata, perangkat yang terjangkau, dan pelatihan digital untuk masyarakat. Tanpa akses, literasi hanya menjadi wacana elitis.
Ketiga, tanggung jawab platform digital. Media sosial dan perusahaan teknologi harus lebih transparan dalam algoritma, mengembangkan mekanisme fact-checking, serta memberi ruang bagi pengguna untuk melaporkan dan mengoreksi konten bermasalah.
Keempat, gerakan masyarakat sipil. Komunitas, organisasi, dan tokoh masyarakat dapat berperan melalui kampanye publik, lokakarya, hingga pustaka digital.
Pendekatan dari bawah (bottom-up) akan lebih efektif menumbuhkan budaya kesalehan.
Dari Individu ke Peradaban
Pada akhirnya, kesalehan literasi digital bermuara pada satu tujuan besar: membangun peradaban.
Peradaban sejati tidak pernah diukur semata-mata dari kecanggihan teknologi, melainkan dari bagaimana manusia memanfaatkan teknologi itu untuk memperkuat solidaritas, memperluas cakrawala pengetahuan, dan menegakkan keadilan sosial.
Sejarah dunia telah berulang kali menunjukkan bahwa keruntuhan peradaban bukan disebabkan oleh keterbelakangan teknologi, melainkan oleh krisis moral yang menggerogoti fondasinya.
Begitu pula di era digital ini: tanpa kesalehan, kemajuan teknologi justru berpotensi menjerumuskan kita ke dalam polarisasi, disinformasi, dan kehancuran sosial.
Karena itu, setiap kali kita mengetik komentar, membagikan tautan, atau sekadar menekan tombol like, pertanyaan sederhana yang patut kita renungkan adalah: apakah tindakan ini mencerminkan kesalehan literasi digital?
Jika ya, maka kita tidak hanya sedang berinteraksi di ruang maya, tetapi juga sedang ikut menjaga kualitas ruang publik, merawat akal sehat bersama, dan menanam benih peradaban digital yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Penutup
Kesalehan literasi digital bukanlah konsep utopis yang hanya indah dalam wacana, melainkan kebutuhan nyata yang mendesak.
Ia menuntut lebih dari sekadar kecakapan teknis; ia mengharuskan kecerdasan kritis untuk memilah informasi, tanggung jawab etis dalam setiap interaksi, empati sosial terhadap sesama pengguna, serta semangat inklusif agar tidak ada yang tertinggal dalam arus digitalisasi.
Dalam dunia yang rawan disinformasi, polarisasi, dan ketidakadilan digital, kesalehan ini dapat menjadi benteng sekaligus kompas moral.
Dengan menghidupinya, kita tidak hanya tampil sebagai pengguna teknologi yang cerdas, tetapi juga sebagai manusia berperadaban yang menyalakan terang kebaikan di ruang digital.
Dari terang itu, peradaban baru dapat bertunas sebuah per adaban digital yang berkeadilan, beretika, dan manusiawi, yang bukan sekadar produk kemajuan teknologi, tetapi juga buah dari kedewasaan moral kolektif kita. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Heryon Bernard Mbuik
kesalehan digital
Opini Pos Kupang
POS-KUPANG.COM
digitalisasi
Peradaban
literasi digital
Meaningful
| Opini: Ketika Hujan Tak Datang, Siapa yang Kita Jaga? |
|
|---|
| Opini: Laporan Keuangan Daerah-Antara Kewajiban Regulasi dan Tanggung Jawab Publik |
|
|---|
| Opini: Diagnosa Dini- Jembatan Memperpanjang Hidup |
|
|---|
| Opini: Flores Timur di Persimpangan ETMC 2026 |
|
|---|
| Opini: Problem Kerusakan Infrastruktur Jalan di Kampung Leong Manggarai Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Heryon-Bernard-Mbuik.jpg)