Opini
Opini: Diagnosa Dini- Jembatan Memperpanjang Hidup
Orang akan melakukan apa saja untuk sembuh dari sakit namun saat sehat mereka tidak melakukan apa-apa lagi.
Studi Kasus di Provinsi Nusa Tenggara Timur
Oleh: Vinsen Belawa Lemaking, SKM.,M.Kes
Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Citra Bangsa Kupang.
POS-KUPANG.COM - Hidup hanya sekali dan kesehatan menjadi hal termahal dalam kehidupan itu sendiri.
Orang akan melakukan apa saja untuk sembuh dari sakit namun saat sehat mereka tidak melakukan apa-apa lagi.
Kesehatan itu baru menjadi sangat mahal ketika jatuh sakit parah dan sebaliknya tak punya harga jika sedang baik-baik saja.
Baca juga: LIPSUS: TTS Kekurangan Alat Diagnosa TBC, Lonjakan Kasus Semakin Mengkhawatirkan
Inilah sifat dasar manusia yang mempercepat datangnya malaikat maut sebelum waktu yang ditetapkan oleh Sang Pemilik Kehidupan.
Ternyata hal ini diperkuat lagi dengan buruknya fasilitas kesehatan di daerah serta tenaga kesehatan yang kurang berkompeten.
Beberapa pengalaman tragis telah dan sedang terjadi dan bahkan akan terus terjadi bahwa banyak sekali kesalahan diagnosa awal pasien di daerah kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur.
Contoh kasus, diagnosa awal rujukan hanya terdapat batu ginjal namun setelah sampai di fasilitas kesehatan lanjutan Kota Kupang ternyata ditemukan kanker stadium akhir dan telah menyebar ke semua organ lainnya.
Kasus seperti ini telah banyak terjadi dan umumnya mereka yang dirujuk adalah mereka yang hampir tidak punya harapan hidup atau sering orang katakan “Hanya menunggu Mukjizat”.
Alasan utama terjadinya hal ini sebenarnya ada dua. Pertama kesadaran pada diri sendiri.
Disertasi Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi NTT Dr. Aemilianus Mau, S.Kep, Ns, M.Kep menyatakan bahwa persepsi sakit menurut orang NTT adalah ketika mereka tidak mampu melakukan apa-apa lagi atau sama sekali tak berdaya.
Kesadaran diri untuk melakukan langkah pencegahan adalah perisai terbaik mengusir malaikat maut.
Periksa kesehatan rutin ke Puskesmas (minimal) adalah langkah awal yang baik untuk memperpajang waktu hidup.
Setiap hari harus dibangun kesadaran penting dan berharganya kesehatan.
Apabila hal ini diresapi sebagai pedoman hidup maka keteraturan pasti tercipta dalam setiap tarikan napas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sekretaris-IAKMI-NTT-Vinsen-Belawa-Lemaking.jpg)