Opini
Opini: Nilai Spiritual Pariwisata dalam Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus
Kunjungan apostolik bapa Paus ke Indonesia dalam bulan September dapat dimaknai sebagai suatu perjalanan wisata spiritual ke Indonesia.
Pengembangan pariwisata pada umumnya lebih didekati dari segi ekonomi, bisnis industri, sosial, budaya, politik, ideologi, lingkungan dan keamanan, namun sangat kurang, bahkan terabaikan dari segi agama dan spiritualitas masyarakat setempat yang dapat menjadi jiwa atau ethos kerja dalam pembangunan.
Kiranya insinuasi spiritual dari kunjungan apostolik Paus Fransiskus ini memengaruhi pula aspek spiritual pembangunan pariwisata di Indonesia dan tidak terkecuali di NTT.
Baik pembangunan pariwisata berlandas pada prinsip-prinsip ASG maupun pembangunan pariwisata berlandas pada prinsip-prinsip syariah mengandung nilai-nilai inklusif kemanusiaan yang mempersatukan umat manusia.
Nilai-nilai inilah dapat juga mempersatukan masyarakat Indonesia dalam pembangunan pariwisata Indonesia dan dapat menciptakan iklim spiritual inklusif dalam pariwisata Indonesia dan menjadikan Indonesia destinasi pariwisata spiritual, tidak terkecuali pariwisata NTT. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.