Breaking News

Berita Ngada

Doa Novena, Tenaga Kontrak, hingga Strategi Membangun Kawasan Ekonomi Terpadu Ngada

Di sela kunjungan kerjanya bertemu Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho, Bupati Ngada Andreas Paru, mengajak Pos Kupang bertemu di sebuah rumah makan.

|
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
POS-KUPANG.com
BINCANG – Pemred Pos Kupang, Hasyim Ashari saat berbincang dengan Bupati Ngada, Andreas Paru, didampingi GM PT Timor Media Grafika Margaretha Iin Wahyungingrum dan Kepala Bank NTT Cabang Bajawa, Lorenso Andri Bere Mau, Selasa (14/3). 

Perbincangan dengna Bupati Andreas sempat terhenti karena ia melihat ada Wakapolda NTT, Brigjen Pol Heri Sulistianto, yang sedang santap siang di meja sebelah.

Ia bergegas menghampiri Brigjen Heri. Tak lama kemudian, keduanya terlibat percakapan.

Dari kejauhan, tawa keduanya terdengar memecah ruangan.

Sementara itu, Pos Kupang juga sempat pamit dengan Bupati Andreas Paru untuk menyapa Ketua DPW Partai Solidaritas Indoensia (PSI) NTT dr Cristian Widodo.

Anggota DPRD NTT ini menemani Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, yang sedang melakukan kunjungan kerja.

Terlihat juga bakal calon anggota DPR RI, Jane Natalia Suryanto. Jane akan bertarung di Dapil NTT 2 yang meliputi Pulau Timor, Sumba, Rote, dan Sabu Raijua.

“Besok mulai roadshow ke Larantuka. Dilanjutkan ke Sikka, Ende, Manggarai, berakhir di Labuan Bajo. Terus kembali ke Jakarta,” ucap Cristian Widodo.

Setelah berbincang dengan Wakapolda NTT, Bupati Andreas Paru pun melanjutkan ceritanya.

Baca juga: Bupati Ngada Andreas Paru Minta Masyarakat Dukung Program Tante Nela Paris

Ia kini juga sedang fokus untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Terpadu.

Ngada menurutnya akan menjadi satu-satunya kabupaten yang memiliki Perpres Kawasan Ekonomi Terpadu.

“Pengajuannya sudah sampai di Pak Pramono Anung. Waktu tatap muka bulan lalu, saya tanya Pak Dirjen, apakah kalau sudah ada Perpres, anggarannya direalisasikan Tahun 2024? Pak Dirjen bilang tidak. Anggarannya tahun ini juga," ujarnya.

"Karena di kementrian ada anggaran, locusnya ada yang dikosongkan. Di mana tempatnya ini, di kabupatennya mana ini. Saya kebetulan sudah ada Perpresnya, berarti kita prioritas. Untuk apa kita lakukan ini, kabupaten tidak ada uang, kita kejar di Kementerian,” paparnya.

Saat ditanya bagaimana konsepnya, ia menjelaskan Pemkab Ngada memetakan setiap kawasan.

“Kita petakan kawasan. Contoh di Utara. Di sana punya potensi peternakan, pariwisata. Kemudian Mangrovenya bagus. Kita kembangkan wisatanya. Kita bangun untuk tambak udang,” ucap Bupati Andreas.

Penjelasan Bupati Andreas soal Kawasan Ekonomi Terpadu Ngada, jadi topik perbincangan terakhir sebelum berpisah. (hsm)

Ikuti Berita Lengkap dan menarik lainnya di Google News POS-KUPANG.com

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved