NTT Terkini
Wakil Bupati Ngada: Pentas Budaya Sagi dan Larik Wujud Pelestarian Identitas Ngada
Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, SP, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, SP, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025 yang digelar Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang di Taman Budaya Gerson Poyk, Sabtu (30/8/2025).
Dalam sambutannya, Bernadinus menyampaikan rasa hormat kepada Gubernur NTT, Wali Kota Kupang, Forkopimda, serta seluruh tamu undangan yang hadir mendukung acara budaya tersebut.
Ia juga memberi penghargaan kepada panitia, IKADA, serta komunitas So’a dan Riung yang dinilainya telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam melestarikan budaya leluhur.
“Pentas budaya ini bukan hanya mempererat tali persaudaraan diaspora Ngada di Kupang, tetapi juga wujud nyata pelestarian identitas dan nilai-nilai luhur yang harus kita jaga bersama. Dalam budaya Riung ada ungkapan " tidak ada yang lebih tinggi atau rendah, semua sama tinggi". Prinsip inilah yang memperkuat persaudaraan kita,” kata Bernadinus.
Baca juga: Pentas Budaya Sagi Soa dan Larik Riung Wujud Cinta Budaya Lokal
Bernadinus menjelaskan bahwa Sagi So’a merupakan olahraga tradisional yang merefleksikan kekerabatan dan tatanan adat wilayah Soa Seroga, sementara Larik Riung adalah bentuk syukur yang menampilkan seni bela diri dua pria tangguh sebagai simbol harmoni kehidupan.
“Kedua budaya ini adalah bagian dari identitas besar masyarakat Ngada. Ia merefleksikan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, leluhur, serta alam yang memberi kehidupan. Di sinilah letak kekuatan kolektif budaya Ngada,” jelasnya.
Bernadinus juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama masyarakat terus menjaga keberlanjutan tradisi melalui berbagai agenda budaya.
“Sejak kami dilantik, saya bersama Bupati sudah menghadiri 38 kegiatan budaya di berbagai titik. Untuk Sagi, tercatat enam lokasi pelaksanaan, sementara Larik Riung sudah teridentifikasi di 17 titik,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi yang terus dihidupkan ini harus diwariskan kepada generasi muda sebagai sumber inspirasi dan pembentukan jati diri bangsa.
“Budaya harus menjadi fondasi pembangunan yang berkarakter, berbasis pada sumber daya manusia yang berkualitas dan sumber daya alam yang berkelanjutan,” tegasnya.
Penutup sambutannya, Wakil Bupati Ngada mengajak seluruh diaspora Ngada untuk menjadikan panggung budaya ini bukan sekadar arena hiburan, melainkan ruang peneguhan nilai-nilai luhur leluhur.
“Biarkan atraksi Sagi dan Larik ini menjadi napas yang terus menghidupi jati diri kita sebagai anak Ngada. Semoga kegiatan ini penuh makna, memperkuat persatuan, dan membawa semangat baru bagi pelestarian budaya Ngada tercinta,” pungkas Bernadinus. (uan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Pentas Budaya Sagi Soa dan Larik Riung Wujud Cinta Budaya Lokal |
![]() |
---|
LBH APIK Beri Tips Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTT |
![]() |
---|
TP PKK NTT Gencarkan Kampanye Anti Kekerasan, Dorong Perempuan Berdaya dan Berani Bersuara |
![]() |
---|
Sekda NTT Dorong TP PKK Jadi Pilar Penting Bangun Ketahanan Keluarga |
![]() |
---|
Uskup Ruteng Minta Dukungan Umat Setelah Terpilih Jadi Anggota Dikasteri Para Imam di Vatikan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.