Rabu, 22 April 2026

Cerpen

Cerpen: Kerasnya Dompet Coklat

Tangannya gemetar memegang gelas kopi yang tak lagi ia minum. “Aku tidak menyangka akan sejauh ini, Ben." 

Editor: Dion DB Putra
FOTO ILUSTRASI BUATAN AI
ILUSTRASI 

Dana program itu pun telah cair dan sebagiannya masuk ke rekeningnnya sendiri. 

Awalnya ia berjanji pada diri sendiri: hanya meminjam, nanti pasti akan dikembalikan, yang penting utang di Bank bisa lunas. 

Namun hidup tak pernah semudah itu. Tak seperti yang dibayangkanya itu. Justru malapetaka pun melimpahnya seperti tusukan jarum karat di matanya. 

“Masih ada sisa berapa?” tanya Beny pelan.

“Tiga puluh juta," Kata Pius pelan.

Baca juga: Cerpen: Pana dan Mone

Beny tersenyum tipis. “Kita bisa atur, aku ada kenalan di kepolisian dan aku rasa lima belas juta cukup untuk meredakan semuanya. Percayalah padaku kamu tidak akan diperiksa lagi. Kamu jangan cemas Pius." Kata Beny sambil menyusun strategi tipu. 

Pius terdiam. Ia tahu itu salah. Tapi ia sudah terlanjur berjalan terlalu jauh. 

“Ben, aku hanya takut semua kasus ini akan terbongkar. Apakah kamu yakin Polisi akan terima uang suapan ini.”

"Itu gampang Pius. Percayalah padaku." Ujar Beny tegas.

***

Di sisi lain di desa tersebut, Niko duduk menatap dan memeriksa berkas-berkas fotokopian di atas meja kayu ruang tamunya. Angka-angka itu tidak masuk di akalnya. 

Tiga keluarga yang tercatat menerima bantuan ternyata tak pernah disentuh pembangunan sekali pun. 

Program Rumah Layak Huni hanya menjadi data-dataan saja. Ada kecurangan besar di sana. Bukan saja soal proyek rumah layak huni, banyak proyek yang lain.

“Ini tidak bisa dibiarkan!” kata Niko yang penuh kesal dengan kebijakan Pius yang semakin hari semakin aneh. 

Niko adalah guru sekolah dasar di desa tersebut. Baginya, desa bukan sekadar tempat tinggal yang selalu tidak adil, melainkan tanggung jawab moral yang tak pernah selasai. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved