Selasa, 16 Juni 2026

Opini

Opini: Ketika Jepang Menyamai Belanda dan Mengingatkan Indonesia

Olahraga sering menghadirkan simbol-simbol yang membuat manusia kembali merenungkan perjalanan masa lalu.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI GERGORIUS BABO
Gergorius Babo 

Oleh: Gergorius Babo
Warga penggemar sepakbola, tinggal di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Ada pertandingan sepak bola yang selesai ketika peluit panjang berbunyi. 

Ada pula pertandingan yang terus hidup karena membawa sejarah, ingatan, dan makna yang melampaui lapangan hijau. Duel Belanda melawan Jepang yang berakhir imbang 2-2 pada Piala Dunia 2026 termasuk dalam kategori kedua.

Bagi sebagian besar penonton dunia, laga di Dallas itu mungkin hanya pertarungan antara dua negara dengan tradisi sepak bola yang berbeda. 

Belanda dikenal sebagai salah satu pusat peradaban sepak bola modern, sementara Jepang merupakan representasi kebangkitan sepak bola Asia yang paling konsisten dalam tiga dekade terakhir.

Baca juga: Hasil Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde Fans Nilai Kesalahan Pelatih

Namun bagi Indonesia, pertandingan tersebut menyimpan resonansi sejarah yang jauh lebih dalam. Ketika Belanda dan Jepang saling berhadapan, bangsa Indonesia seakan melihat dua nama yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarahnya.

Belanda dan Jepang hadir dalam memori kolektif Indonesia melalui cara yang berbeda. 

Belanda datang sebagai penjajah yang membangun kekuasaan selama lebih dari tiga abad, sementara Jepang hadir melalui pendudukan singkat tetapi meninggalkan jejak yang sangat kuat dalam perjalanan menuju kemerdekaan.

Karena itu, pertandingan ini terasa seperti pertemuan dua aktor besar yang pernah membentuk arah sejarah Nusantara. Tentu sepak bola bukan perang, dan stadion bukan medan pertempuran sejarah. 

Namun olahraga sering menghadirkan simbol-simbol yang membuat manusia kembali merenungkan perjalanan masa lalu.

Belanda memasuki pertandingan sebagai pewaris salah satu tradisi sepak bola paling berpengaruh di dunia. Negara kecil di Eropa Barat itu menghasilkan filosofi Total Football yang mengubah cara manusia memahami ruang, gerakan, dan kebebasan dalam permainan.

Sepak bola Belanda selalu memiliki nuansa intelektual yang kuat. Permainan mereka tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga berusaha menjelaskan bagaimana sepak bola seharusnya dimainkan.

Dalam banyak hal, sepak bola Belanda mencerminkan sejarah bangsa tersebut. Sebagai negara maritim yang berabad-abad mengarungi lautan, Belanda terbiasa berpikir tentang organisasi, keteraturan, dan kemampuan mengelola ruang yang terbatas untuk menghasilkan pengaruh yang besar.

Tidak mengherankan jika Belanda menjadi salah satu bangsa yang paling berhasil memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Dari perdagangan global hingga sepak bola modern, terdapat benang merah yang sama: kemampuan membangun sistem yang efektif.

Sementara itu, Jepang menawarkan cerita yang berbeda. Kebangkitan sepak bola Jepang lahir bukan dari tradisi panjang seperti negara-negara Eropa, melainkan dari keputusan kolektif untuk berubah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
Live
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved