Senin, 15 Juni 2026

Opini

Opini: Perawat- Kekuatan Terbesar yang Terlupakan

Ketika sebagian besar masyarakat berlindung di rumah, jutaan perawat justru berdiri di garis terdepan

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI FARIDHA A. ROHMANIAH
Faridha Alfiatur Rohmaniah 

Oleh: Faridha Alfiatur Rohmaniah.,S.Kep.,Ns.,M.Kep dan  Dr. Yunie Armiyati, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.MB
Kedua penulis adalah dosen Universitas Muhammadiyah Semarang, Jawa Tengah.

Di tengah krisis kesehatan global dan transformasi digital, perawat tidak lagi cukup diposisikan sebagai pelaksana layanan kesehatan. Sudah saatnya profesi ini diakui sebagai pemimpin perubahan yang menentukan masa depan kesehatan masyarakat.

POS-KUPANG.COM -  Pada puncak pandemi Covid-19, dunia menyaksikan pemandangan yang tidak akan mudah dilupakan. 

Ketika sebagian besar masyarakat berlindung di rumah, jutaan perawat justru berdiri di garis terdepan. 

Mereka bekerja siang dan malam menggunakan alat pelindung diri yang berlapis, mendampingi pasien yang terpisah dari keluarga, bahkan menggantikan peran anggota keluarga pada saat-saat terakhir kehidupan pasien. 

Baca juga: Opini: Perawat sebagai Wajah Negara di Desa

Tidak sedikit yang harus mengorbankan kesehatan, waktu bersama keluarga, bahkan nyawa mereka sendiri demi memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan.

Namun ketika pandemi mereda, perhatian dunia perlahan bergeser. Kecerdasan buatan (artificial intelligence), transformasi digital, dan berbagai inovasi teknologi kesehatan menjadi pusat pembicaraan. 

Di tengah euforia tersebut, profesi yang selama pandemi menjadi tulang punggung sistem kesehatan justru kembali luput dari perhatian. 

Perawat kembali ditempatkan sebagai pelaksana teknis pelayanan kesehatan, bukan sebagai aktor strategis yang mampu memimpin perubahan.

Paradoks inilah yang perlu dikritisi. Di saat dunia menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, profesi yang jumlahnya terbesar dan paling dekat dengan masyarakat justru belum memperoleh ruang yang proporsional dalam kepemimpinan dan pengambilan kebijakan kesehatan.

Dunia saat ini menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang saling berkaitan. Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, dan kanker terus meningkat. 

Krisis kesehatan mental semakin meluas, ancaman pandemi baru tetap ada, sementara perubahan iklim mulai menimbulkan dampak nyata terhadap kesehatan masyarakat. 

Pada saat yang sama, berbagai negara masih menghadapi ketimpangan akses layanan kesehatan dan kekurangan tenaga kesehatan.

Laporan State of the World’s Nursing 2025 yang diterbitkan WHO menunjukkan bahwa perawat tetap menjadi kelompok tenaga kesehatan terbesar di dunia. 

Namun dunia masih menghadapi kekurangan jutaan perawat, terutama di negara berkembang dan wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved