Opini
Opini: Mengapa Pendidikan Kita Terus Berubah Tapi Sulit Bertransformasi?
Pendidikan Indonesia mungkin merupakan salah satu sektor yang paling sering mengalami perubahan.
Transformasi mungkin perlu dimulai dengan mengurangi obsesi terhadap perubahan yang terus-menerus.
Pendidikan membutuhkan stabilitas agar guru dan sekolah memiliki waktu untuk menghayati, bukan sekadar menyesuaikan diri dengan kebijakan yang silih berganti.
Transformasi juga menuntut pemulihan kepercayaan kepada guru. Pendidikan yang bermakna tidak dapat tumbuh hanya melalui kontrol, laporan, dan audit.
Ia membutuhkan guru yang dipercaya menggunakan kebijaksanaan profesionalnya untuk mendampingi pertumbuhan peserta didik. Dan yang paling mendasar, transformasi mengharuskan kita menempatkan kembali pertanyaan tentang manusia di pusat pendidikan.
Bukan sekadar manusia yang kompeten secara akademik, melainkan manusia yang mampu berpikir kritis, hidup bersama orang lain, bertanggung jawab atas tindakannya, dan memberi makna bagi kehidupannya.
Pada akhirnya, pendidikan Indonesia sesungguhnya tidak kekurangan perubahan. Yang masih kita perlukan adalah keberanian untuk bertanya lebih dalam: perubahan untuk tujuan apa?
Sebab ketika pertanyaan tentang tujuan mulai dilupakan, pendidikan mudah berubah menjadi sekadar sistem pengelolaan pembelajaran.
Namun ketika pertanyaan tentang manusia kembali ditempatkan di pusat perhatian, pendidikan dapat kembali menjadi ruang yang memanusiakan. Dan mungkin, di situlah transformasi pendidikan yang sesungguhnya dimulai. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Petrus-Redy-Partus-Jaya.jpg)