Opini
Opini - Nilai Sinodalitas dan Ekspresi Iman Kristiani dalam Tradisi Tuku Badut Desa Silawan Belu
Tuku Badut di Desa Silawan, juga menjadi bukti nyata iman yang hidup yang sudah ada dan dijalankan turun temurun.
Nilai solidaritas yang terwujud melalui rasa simpati yang mendalam terhadap kebutuhan sesama yang membutuhkan.
Adapun nilai gotong royong masyarakat yang melancarkan acara tersebut di mana inti dari kebersamaan dan kepedulian sosial adalah menjaga keseimbangan sosial dan meringankan beban suatu keluraga yang menjadi esensi dari tradisi.
Tradisi ini bukan saja berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian masalah tetapi juga sebagai sarana untuk memelihara harmoni sosial dan menghormati nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur.
Bagi masyarakat Desa Silawan yang mayoritas beriman Katolik, iman dan budaya merupakan dua hal yang tak terpisahkan satu sama lain, keduanya saling mengisi dan melengkapi karena budaya menjadi salah satu bentuk ungkapan iman yang hidup dan nyata.
Tradisi Tuku Badut menjadi ekspresi iman karena di dalamnya ada nilai–nilai kehidupan yang penuh makna seperti saling mengasihi dengan memberi bantuan kepada keluarga yang membutuhkan dan juga bentuk ungkapan kehormatan bagi keluarga yang mengundang agar hubungan yang dijalani tetap terikat dan harmonis.
Tradisi kekeluargaan yang menghadirkan nilai Injil karena di dalamnya ada kasih, persaudaraan, cinta dan rasa melayani dan menolong satu sama lain.
Nilai–nilai itu sesuai dengan ajaran Kristus dan merupakan inti dari ajaran iman. Seperti halnya yang dilakukan oleh jemaat perdana dalam Kisah Para Rasul di mana semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam bait Allah. Tuku Badut di Desa Silawan sudah menjadi tradisi turun temurun yang sudah dilakukan sejak dulu kala.
Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan iman yang hidup dan nyata di mana nilai–nilai Kristiani dihidupi seperti kasih, persaudaraan, dan saling berbagi yang sejalan dengan ajaran Kristus.
Iman dan budaya menjadi satu kesatuan yang utuh yang sangat memperkaya kehidupan umat beriman. (*)
Ikuti opini dan berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
Tuku Badut
kumpul keluarga
Desa Silawan
Kecamatan Tasifeto Timur
Kabupaten Belu
Nusa Tenggara Timur
Opini - Nilai Sinodalitas dan Ekspresi Iman Kristi
Alexander Fuin
POS-KUPANG.COM
| Opini - Eklesiologi Kontekstual dalam Media dan Realitas: Tantangan atau Peluang |
|
|---|
| Opini: Mengurai Benang Kusut Dilema Penerimaan Mahasiswa Baru |
|
|---|
| Opini - Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Human Trafficking di NTT |
|
|---|
| Opini - Relevansi Teologi Minjung bagi Indonesia Masa Kini |
|
|---|
| Opini: Dari Miangas hingga Rote, Kita Bersorak untuk Dunia Bukan untuk Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Alexander-Fuin-01okok.jpg)