Jumat, 12 Juni 2026

Opini

Opini - Relevansi Teologi Minjung bagi Indonesia Masa Kini

Teologi Minjung menawarkan cara pandang yang relevan untuk membaca realitas kehidupan masyarakat.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Pascalianus Arki Banunaek, mahasiswa Prodi Ilmu Filsafat Unwira Kupang. 

Opini - Relevansi Teologi Minjung bagi Indonesia Masa Kini

Oleh: Pascalianus Arki Banunaek 
Mahasiswa Prodi Ilmu Filsafat Unwira Kupang

POS-KUPANG.COM - Kondisi perekonomian Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat akibat menguatnya nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah.

Nilai tukar dolar yang menembus angka Rp18.000 menimbulkan berbagai kekhawatiran di tengah masyarakat. Kenaikan nilai dolar berdampak pada meningkatnya harga barang impor yang masih dibutuhkan dalam berbagai sektor ekonomi.

Pelaku usaha harus menanggung biaya produksi yang lebih tinggi akibat kenaikan harga bahan baku dari luar negeri. Masyarakat juga merasakan dampaknya melalui kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dan berkurangnya daya beli.

Kondisi tersebut menimbulkan kecemasan terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan tetap dan terbatas.

Meskipun pemerintah menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat, masyarakat tetap merasakan tekanan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari (Anggrainy, 2026).

Dalam situasi seperti ini, Teologi Minjung menawarkan cara pandang yang relevan untuk membaca realitas kehidupan masyarakat.

Teologi Minjung merupakan sebuah refleksi teologis yang lahir dari pengalaman rakyat kecil yang mengalami penderitaan dan ketidakadilan. Teologi ini berkembang di Korea Selatan sebagai respons terhadap berbagai bentuk penindasan sosial, politik, dan ekonomi yang dialami masyarakat.

Fokus utama Teologi Minjung adalah memperhatikan suara dan pengalaman hidup kaum kecil yang sering kali tidak mendapatkan perhatian yang memadai.

Teologi ini menegaskan bahwa Allah hadir dan bekerja dalam perjuangan mereka yang mengalami kesulitan hidup. Penderitaan rakyat menjadi titik tolak utama dalam membangun refleksi iman dan tindakan sosial.

Dengan demikian, Teologi Minjung mengajak masyarakat untuk melihat berbagai persoalan dari sudut pandang mereka yang paling terdampak.

Situasi ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia menunjukkan bahwa dampak krisis tidak dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kelompok masyarakat yang memiliki modal besar dan akses ekonomi yang kuat cenderung lebih mampu bertahan menghadapi gejolak ekonomi.

Sebaliknya, masyarakat kecil sering kali menjadi pihak yang pertama merasakan dampak kenaikan harga barang dan jasa. Para petani harus menghadapi kenaikan harga pupuk dan kebutuhan produksi lainnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved