Opini
Opini: Menghantar Makan, Menanam Perilaku: Menelisik Peran Kader Pendamping Keluarga
Di titik inilah MBG menemukan makna sejatinya: bukan hanya memberi makan hari ini, tetapi menyiapkan kualitas generasi Indonesia esok hari.
Kedua, kebutuhan petunjuk teknis (juknis) yang lebih rinci. Ini sangat penting agar pelaksanaan MBG di setiap daerah memiliki arah yang sama.
Tanpa juknis yang jelas, setiap daerah bisa memiliki tafsir berbeda-beda. Akibatnya, potensi tumpang tindih tugas dengan sektor lain juga bisa terjadi.
Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN perlu segera memperkuat pedoman pelaksanaan agar seluruh lini lapangan memiliki acuan yang jelas, aman, dan terukur.
Walaupun masih ada tantangan, peluang keberhasilan program ini sebenarnya sangat besar. Indonesia memiliki jaringan kader keluarga yang luas hingga tingkat desa.
Baca juga: Opini: Ketika Kampus Menghadirkan Dapur MBG
Jika potensi ini dimanfaatkan dengan baik, maka MBG bisa menjadi gerakan perubahan perilaku keluarga secara nasional.
Program ini bisa menjadi pintu masuk untuk membangun budaya makan sehat di rumah tangga Indonesia.
Anak-anak tidak hanya mendapat makanan bergizi dari program pemerintah, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sadar pentingnya gizi dan kesehatan.
Pada akhirnya, keberhasilan MBG tidak boleh hanya diukur dari jumlah paket makanan yang dibagikan.
Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika keluarga mulai berubah, ketika ibu semakin sadar pentingnya gizi anak, ketika stunting menurun, dan ketika lahir generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.
Karena itu, Pasal 47 dalam Perpres 115 Tahun 2025 sebenarnya bukan sekadar pasal pelengkap. Pasal ini adalah pintu masuk perubahan besar.
Melalui peran TPK, kader KB, dan PKB/PLKB, negara hadir bukan hanya memberi makan, tetapi juga mendampingi keluarga membangun masa depan anak-anak Indonesia.
Sebab pada akhirnya, pembangunan bangsa tidak dimulai dari gedung besar atau proyek megah, tetapi dari meja makan keluarga yang sehat dan penuh perhatian.
Di titik inilah MBG menemukan makna sejatinya: bukan hanya memberi makan hari ini, tetapi menyiapkan kualitas generasi Indonesia esok hari. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Eduardus Johanes Sahagun
program MBG
Makan Bergizi Gratis
program makan bergizi gratis
BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur
Meaningful
MBG
BKKBN
| Opini: Ketika Inflasi Tak Cukup Seksi untuk Disebut Politik |
|
|---|
| Opini: Membangun Kesadaran Ekologis Pemilih Pemula di Era Digital |
|
|---|
| Opini: Ketika Keberanian Bicara- Pelajaran Etika dari Sebuah Protes di Panggung LCC |
|
|---|
| Opini: Perang Sebagai Jalan Menuju Kebenaran? |
|
|---|
| Opini: Jutaan Pekerja Informal Menggerakkan Ekonomi NTT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Eduardus-Johanes-Sahagun-MA.jpg)