Jumat, 22 Mei 2026

Opini

Opini: Menghantar Makan, Menanam Perilaku: Menelisik Peran Kader Pendamping Keluarga

Di titik inilah MBG menemukan makna sejatinya: bukan hanya memberi makan hari ini, tetapi menyiapkan kualitas generasi Indonesia esok hari.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI EDUARDUS J SAHAGUN
Eduardus Johanes Sahagun. 

Kedua, kebutuhan petunjuk teknis (juknis) yang lebih rinci. Ini sangat penting agar pelaksanaan MBG di setiap daerah memiliki arah yang sama. 

Tanpa juknis yang jelas, setiap daerah bisa memiliki tafsir berbeda-beda. Akibatnya, potensi tumpang tindih tugas dengan sektor lain juga bisa terjadi. 

Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN perlu segera memperkuat pedoman pelaksanaan agar seluruh lini lapangan memiliki acuan yang jelas, aman, dan terukur. 

Walaupun masih ada tantangan, peluang keberhasilan program ini sebenarnya sangat besar. Indonesia memiliki jaringan kader keluarga yang luas hingga tingkat desa. 

Baca juga: Opini: Ketika Kampus Menghadirkan Dapur MBG

Jika potensi ini dimanfaatkan dengan baik, maka MBG bisa menjadi gerakan perubahan perilaku keluarga secara nasional. 

Program ini bisa menjadi pintu masuk untuk membangun budaya makan sehat di rumah tangga Indonesia. 

Anak-anak tidak hanya mendapat makanan bergizi dari program pemerintah, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sadar pentingnya gizi dan kesehatan.

Pada akhirnya, keberhasilan MBG tidak boleh hanya diukur dari jumlah paket makanan yang dibagikan. 

Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika keluarga mulai berubah, ketika ibu semakin sadar pentingnya gizi anak, ketika stunting menurun, dan ketika lahir generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas. 

Karena itu, Pasal 47 dalam Perpres 115 Tahun 2025 sebenarnya bukan sekadar pasal pelengkap. Pasal ini adalah pintu masuk perubahan besar. 

Melalui peran TPK, kader KB, dan PKB/PLKB, negara hadir bukan hanya memberi makan, tetapi juga mendampingi keluarga membangun masa depan anak-anak Indonesia. 

Sebab pada akhirnya, pembangunan bangsa tidak dimulai dari gedung besar atau proyek megah, tetapi dari meja makan keluarga yang sehat dan penuh perhatian. 

Di titik inilah MBG menemukan makna sejatinya: bukan hanya memberi makan hari ini, tetapi menyiapkan kualitas generasi Indonesia esok hari. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved