Kamis, 21 Mei 2026

Opini

Opini: Veronika - Dari Kamar Mandi ke Panggung Nasional

Kalau Veronika bisa lahir dari ide kecil dan bantuan AI, maka besok akan lahir karya lain dari anak Nusa Tenggara Timur.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI WILFRID BABUN
Wilfrid Babun SVD 

Ketiga, teknologi membuka jalan bagi suara daerah. Lagu Veronika meledak, bukan karena label besar. Dia besar  karena TikTok, Instagram, dan YouTube. Anak muda NTT bikin konten joget, parodi, remix. 

Algoritma tidak peduli dari mana kamu berasal. Kalau kontenmu jujur dan menghibur, dia akan disebarkan. Langsung viral. Dari Malaka, Kupang, lagu ini menyebar ke Medan, Bandung, Papua. Pak Gubernur NTT juga pasti suka. 

Dari lokal, dia jadi milik semua orang. Ini bukti bahwa era digital memberi peluang yang sama bagi anak daerah dan anak ibukota.

Ada yang sempat nyeletuk bilang:  lagu ini terlalu sederhana, terlalu “pasaran”. Tapi justru di situlah letak kekuatannya. 

Budaya yang hidup adalah budaya yang dipakai, dinyanyikan, dan ditafsir ulang oleh masyarakatnya sendiri. Bayangkan, Veronika sekarang punya puluhan versi. 

Ada versi DJ, versi akustik, versi anak SD, bahkan versi bapak-bapak dan ibu untuk karaokean. Dia hidup, berubah, dan tumbuh.

Kreativitas tidak menunggu izin dari pusat. Dia bisa lahir di kamar mandi, di kebun, di pinggir pantai saat lagi rileks. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai, dan kejujuran untuk tetap jadi diri sendiri. 

NTT punya banyak “ Veronika” lain yang belum terdengar. Ada cerita, ada musik, ada bahasa, ada kearifan lokal yang menunggu dibungkus dengan kemasan cara baru. Kreativitas, imajinasi itu  kerap seperti angin. 

Berembus sejenak lalu pamit. Memang perlu ruang kontemplasi seperti di kamar mandi Ferry Klau.

Jangan biarkan kreativitas anak muda hanya jadi tren sesaat. Beri ruang, beri pelatihan, beri akses teknologi. 

Kalau Veronika bisa lahir dari ide kecil dan bantuan AI, maka besok akan lahir karya lain dari anak NTT.

Veronika hari ini sudah merambah ke mana-mana. Dia bukan lagi milik Ferry Klau saja. Dia sudah jadi milik kita semua. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved