Senin, 18 Mei 2026

Opini

Opini: Menolak Menjadi Asing di Tanah Sendiri

Negara hadir dalam bentuk proyek, angka dan regulasi, tetapi sering terasa jauh dari air mata rakyat kecil.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI DEBBIE MARLENI SODAKAIN
Debbie Marleni Sodakain 

Karena itu, gereja di NTT tidak boleh hanya menjadi komentator moral yang berbicara dari mimbar yang aman. 

Gereja dipanggil menjadi ruang nurani publik, tempat rakyat kecil masih merasa dilihat sebagai manusia ketika negara terasa semakin administratif dan jauh.

Ketika anak anak di TTS menangis karena makanan yang seharusnya memberi hidup justru membawa sakit, gereja tidak boleh hanya datang membawa doa. 

Gereja harus ikut mengawal sistem yang lalai menjaga keselamatan mereka. Ketika masyarakat Temef merasa tercerabut dari tanahnya sendiri, gereja tidak boleh berlindung di balik netralitas yang nyaman. 

Gereja harus hadir sebagai sahabat yang berdiri di samping mereka yang suaranya hampir tenggelam oleh bahasa pembangunan.

Sejalan dengan teologi mujerista dari Ada María Isasi Díaz (1996), iman kehilangan makna ketika ia gagal mendengar tangisan orang kecil dan tidak hadir dalam penderitaan konkret masyarakat. 

Tragedi terbesar dunia modern hari ini mungkin bukan hanya kemiskinan atau ketimpangan sosial. Tragedi yang lebih sunyi justru muncul ketika manusia semakin terhubung secara digital, tetapi semakin asing satu sama lain. 

Negara hadir dalam bentuk proyek, angka dan regulasi, tetapi sering terasa jauh dari air mata rakyat kecil.

Karena itu, gereja harus tetap menjadi tempat terakhir di mana manusia masih dipandang sebagai manusia. Kita memang belum sembuh. Ketidakadilan masih panjang. 

Luka sosial kita masih menganga. Namun di tengah dunia yang semakin dingin oleh statistik, birokrasi dan perebutan citra politik, gereja harus tetap berani mengatakan:

“Kita belum sembuh. Tetapi kita tidak akan saling meninggalkan.” Barangkali yang paling ditakuti rakyat kecil sebenarnya bukan kemiskinan. Hal yang paling menakutkan adalah ketika mereka menangis, lalu tidak ada siapa siapa yang tinggal. (*)

Daftar Pustaka

  • Díaz, A. M. I. (1996). Mujerista theology: A theology for the twenty first century. Orbis Books.
  • Nussbaum, M. C. (2011). Creating capabilities: The human development approach. Harvard University Press.
  • OB News. (2026). Dugaan keracunan MBG di Amanuban Selatan dan pemeriksaan BPOM.
  • Osborne, S. P. (2018). From public service dominant logic to public service logic: Are public service organizations capable of co production and value co creation? Public Management Review, 20(2), 225–231. https://doi.org/10.1080/14719037.2017.1350461
  • Pos Kupang. (2026). Dugaan keracunan makanan bergizi gratis di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
  • Reuters. (2026). Indonesia prosecutors seek 18 year prison sentence in Chromebook procurement case involving former education minister.

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved