Opini
Opini: Membentuk Kesadaran Berbahasa Inggris Sejak Usia Dini
Anak-anak Indonesia memang belajar bahasa Inggris, tetapi pembelajaran itu belum sungguh-sungguh membentuk budaya tutur.
Oleh: Apolonius Anas
Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
POS-KUPANG.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan berencana menerapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028.
Dalam pemberitaan DetikEdu (08/05/2026), pemerintah juga menyiapkan Program Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) guna mendukung kebijakan tersebut.
Langkah ini patut diapresiasi karena menunjukkan kesadaran bahwa penguasaan bahasa Inggris bukan lagi kemampuan tambahan, melainkan kebutuhan penting bagi generasi masa depan.
Baca juga: Opini: Seragam Putih Abu Abu dan Krisis Biografi Moral Generasi Digital di Kupang
Namun, kebijakan ini sekaligus memunculkan pertanyaan mendasar: apakah sistem pendidikan kita benar-benar siap membangun budaya belajar bahasa yang komunikatif dan membebaskan siswa dari rasa takut menggunakan bahasa Inggris?
Patut disadari bahwa Indonesia sudah terlalu lama mendidik anak-anaknya menjadi penonton.
Anak-anak Indonesia memang belajar bahasa Inggris, tetapi pembelajaran itu belum sungguh-sungguh membentuk budaya tutur.
Di banyak sekolah, bahasa Inggris masih diajarkan sebagai materi hafalan, rumus tata bahasa, dan soal ujian, bukan sebagai alat komunikasi yang hidup.
Akibatnya, banyak siswa mampu mengerjakan soal, tetapi tetap takut berbicara karena khawatir salah, malu, atau ditertawakan teman sebaya.
Masalah ini tidak hanya terjadi pada siswa. Sebagian guru pun belum sepenuhnya keluar dari ruang ketakutan yang sama.
Guru bahasa Inggris kadang ragu menggunakan bahasa Inggris secara aktif di kelas karena takut keliru atau merasa tidak cukup percaya diri.
Padahal, keberanian guru untuk menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif merupakan salah satu kunci penting dalam membangun atmosfer belajar yang alami, santai, dan membebaskan.
Tanpa disadari dunia telah berubah secara masif. Bahasa Inggris hari ini bukan lagi sekadar bahasa asing, melainkan salah satu infrastruktur utama peradaban digital.
Internet, artificial intelligence, jurnal ilmiah, teknologi, dan ekonomi digital banyak bergerak melalui bahasa Inggris.
Anak yang tidak memiliki kedekatan dengan bahasa ini akan semakin jauh dari pusat pengetahuan dunia.
Apolonius Anas
Bahasa Inggris
Program Pendidikan Bahasa Inggris
Opini Pos Kupang
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
| Opini: Sepatu Pegiat Literasi di Atas Sepatu Presiden Jokowi |
|
|---|
| Opini: Seragam Putih Abu Abu dan Krisis Biografi Moral Generasi Digital di Kupang |
|
|---|
| Opini: Lapangan Kerja di Antara Data dan Denyut Kehidupan |
|
|---|
| Opini: Ketidakpatuhan Pengelolaan Keuangan Negara dan Daerah |
|
|---|
| Opini: Jangan Tunggu Kacau- Mengapa Lembaga Kita Gagal Mengelola Risiko? |
|
|---|
