Minggu, 19 April 2026

Opini

Opini: Menanti Veronika di Menara Babel

Veronika adalah keberanian untuk berhenti sejenak di tengah sistem yang terus bergerak, lalu melihat manusia yang terluka.

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI JOHN MOZES HENDRIK WADU NERU
John Mozes Hendrik Wadu Neru 

Dan di sini, kita mulai melihat masalah yang lebih jujur: yang hilang bukan sekadar bahasa, tetapi hak untuk dimengerti.

Babel Modern : Ketika Sistem Menggantikan Relasi

Jika dibaca lebih jujur, kisah Kejadian 11:1–9 bukan tentang manusia yang terlalu hebat. 

Ia tentang manusia yang terlalu takut. “Mari kita dirikan sebuah kota supaya kita jangan terserak.”

Teolog Walter Brueggemann melihat Babel sebagai proyek manusia untuk menghindari ketidakpastian dengan cara menyeragamkan segalanya. 

Sementara Jacques Ellul mengingatkan bahwa dalam dunia modern, manusia mulai hidup di bawah sistem teknik yang ia ciptakan sendiri.

Masalahnya bukan pada menara. Masalahnya adalah ketika sistem menjadi lebih penting daripada manusia.

Hari ini, Babel tidak lagi berbentuk bangunan. Ia hadir dalam jaringan. Dalam aplikasi. 

Dalam sistem yang membuat semua orang tampak terhubung. Tetapi keterhubungan itu tidak selalu adil.

Penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan digital di NTT dipengaruhi oleh pendidikan, ekonomi dan akses listrik (Shabihah & Misga, 2025). 

Artinya, ketika listrik padam, bukan hanya koneksi yang hilang.  Yang hilang adalah kesempatan untuk hadir dalam percakapan.

Di sinilah pukulan sebenarnya: kita tidak hidup dalam dunia tanpa komunikasi.

Kita hidup dalam dunia di mana tidak semua orang memiliki hak yang sama untuk didengar. 

Ini bukan sekadar kesenjangan. Ini adalah ketimpangan dalam makna keberadaan manusia itu sendiri.

Ketika Kata Ada Tetapi Kebenaran Menghilang

Di titik ini, pertanyaannya bukan lagi tentang teknologi. Pertanyaannya adalah: apa yang sebenarnya sedang kita benarkan?

Ketika masyarakat membayar mahal untuk jaringan yang tidak stabil, ketika listrik padam memutus komunikasi, ketika sistem berjalan tanpa memastikan keadilan akses, kita tidak hanya kehilangan kenyamanan. Kita kehilangan kejujuran.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved