Opini
Opini: ProKlim, Ekonomi Karbon, dan Momentum Aksi Nyata dari Komunitas
Tantangan terbesar ProKlim hari ini bukan pada konsep, melainkan pada skala, keberlanjutan, dan nilai tambah ekonomi.
Kita membutuhkan pendekatan baru yakni menghubungkan ProKlim dengan ekonomi karbon secara konkret di tingkat komunitas.
Artinya, setiap aksi masyarakat seperti menanam pohon, mengelola sampah, dan menjaga ekosistem, harus mulai diterjemahkan ke dalam nilai yang terukur, dilaporkan, dan pada akhirnya memiliki insentif ekonomi.
Pendekatan ini bukan sekadar teknokratis, tetapi strategis. Ia akan meningkatkan partisipasi masyarakat karena ada manfaat langsung, memperkuat keberlanjutan program, serta mendorong pencapaian target penurunan emisi secara lebih realistis.
Untuk mewujudkannya, negara tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan mitra sosial yang memiliki jaringan, kapasitas pendampingan, dan legitimasi di masyarakat.
Sehingga, peran organisasi seperti PATRIA menjadi relevan. Dengan jaringan alumni lintas profesi dan daerah, PATRIA memiliki potensi untuk menjadi akselerator aksi iklim berbasis komunitas.
Bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi sebagai penghubung antara kebijakan negara dan realitas di
lapangan.
Menurut PATRIA, jika ProKlim diperkuat dengan pendekatan berbasis komunitas yang terorganisir dan terhubung dengan ekonomi karbon, maka Indonesia tidak hanya akan mencapai target NDC, tetapi juga menciptakan model pembangunan baru yang ekologis, inklusif, dan berkeadilan. Momentum ini tidak boleh hilang.
Pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, perlu mendorong model kolaborasi yang lebih terbuka dan inovatif, termasuk dengan organisasi masyarakat dan jaringan alumni.
Kita tidak kekurangan program. Yang dibutuhkan adalah orkestrasi, integrasi, dan keberanian untuk mendorong pendekatan baru.
Masa depan iklim Indonesia ( terutama menuju Indonesia Emas 2045) tidak hanya ditentukan di ruang ruang konferensi, tetapi di kampung-kampung dan di tangan masyarakat yang setiap hari menjaga bumi dengan cara mereka sendiri.
Tugas kita adalah memastikan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Saat ini PATRIA PMKRI mencanangkan gerakan 1 juta pohon untuk didistribusikan ke umat Katolik yang tersebar di 11 ribu stasi di seluruh Indonesia. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Agustinus Tamo Mbapa
Gustaf Tamo Mbapa
Opini Pos Kupang
Program Kampung Iklim
mengurangi emisi karbon
emisi karbon
memitigasi perubahan iklim
perubahan iklim
aksi perubahan iklim
| Opini - Ketika Data Mengalahkan Realitas: Ancaman Baru Bagi Kearifan Lokal NTT |
|
|---|
| Opini: Menjaga Mutu Undana di Balik Layar WFH |
|
|---|
| Opini: Pendidikan sebagai Jalan Pemulihan Martabat Manusia di Era Modern |
|
|---|
| Opini: Hemat Pangkal Miskin- Nasihat Moral Yang Membungkam Realitas Kemiskinan NTT |
|
|---|
| Opini: Tambal Jalan, Co-Production dan Civic Partnership |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Agustinus-Tamo-Mbapa.jpg)