Minggu, 3 Mei 2026

Opini

Opini: Bahasa Biologi- Puisi Kehidupan dari Molekul hingga Makhluk

Seluruh aktivitas biologis, mulai dari bernapas hingga berpikir, berasal dari rangkaian “kata” dan “kalimat” molekuler.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI YOSEPH YONETA M. WUWUR
Yoseph Yoneta Motong Wuwur 

Dengan segala kemajuan bioteknologi, muncul tanggung jawab moral yang tak bisa dihindari. 

Mengutak-atik gen, memodifikasi ekosistem, hingga menciptakan kehidupan buatan menimbulkan pertanyaan etis.

Pendidikan biologi harus diimbangi dengan literasi etika. Publik perlu diajak memahami, bukan hanya mengagumi. 

Ilmuwan bukan hanya penemu, tapi juga penjaga batas moral. Tanpa etika, bahasa biologis bisa menjadi bumerang.

Kebijakan publik dan regulasi ilmiah harus mengikuti perkembangan zaman. Diskusi terbuka antarilmuwan, filsuf, dan masyarakat luas perlu ditumbuhkan. Bahasa kehidupan tak boleh dimonopoli laboratorium, tapi dimiliki bersama.

Akhirnya, memahami bahasa biologi bukan sekadar perkara akademis. Ini adalah bentuk cinta pada kehidupan itu sendiri—membaca puisi molekul, mendengar bisik ekosistem, dan menulis masa depan dengan penuh kesadaran. (*)

Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved