Kamis, 23 April 2026

Opini

Opini: Bae Sonde Bae NTT Lebe Bae -Potensi Dicatat, Masa Depan Dirancang

Dalam konteks inilah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) menjadi sangat penting dan strategis. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI MARLYN JEANNE CHRISTINE
Marlyn Jeanne Christine 

Selain itu, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran juga menunjukkan peran yang semakin kuat dengan kontribusi sekitar 13,55 persen, diikuti oleh jasa administrasi pemerintahan dengan kontribusi sebesar 12,95 persen. 

Struktur ini menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi di NTT tidak hanya bertumpu pada sektor primer, tetapi juga mulai berkembang pada sektor jasa dan perdagangan yang mendukung distribusi barang dan pelayanan kepada masyarakat.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi di NTT. 

Pada tahun 2025, konsumsi rumah tangga berkontribusi sekitar 65,16 persen terhadap total PDRB. 

Hal ini menunjukkan bahwa daya beli dan aktivitas konsumsi masyarakat memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT.

Selain konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga semakin menunjukkan peran strategisnya dalam menopang aktivitas ekonomi. 

Investasi yang terus mengalir menjadi sinyal positif bagi perkembangan perekonomian di NTT. 

Hal ini tercermin dari meningkatnya realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi NTT.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam strategi pembangunan NTT saat ini adalah sektor pariwisata. 

Pengembangan destinasi wisata, termasuk kawasan destinasi super prioritas, diharapkan mampu memberikan multiplier effect terhadap berbagai aktivitas ekonomi lainnya seperti penyediaan jasa akomodasi, makan/minum, transportasi serta berbagai usaha pendukung lainnya.

Data menunjukkan bahwa jumlah daya tarik wisata di NTT meningkat signifikan dari 443 lokasi pada tahun 2016 menjadi 1.637 lokasi pada tahun 2025. 

Peningkatan ini menunjukkan semakin berkembangnya potensi pariwisata yang dimiliki oleh provinsi ini.

Dari sisi kunjungan wisatawan, pada tahun 2016 tercatat sekitar 496 ribu wisatawan yang berkunjung ke NTT, terdiri dari sekitar 66 ribu wisatawan mancanegara dan 431 ribu wisatawan domestik. 

Setelah sempat mengalami penurunan tajam akibat pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan kembali meningkat. 

Pada tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 1,13 juta orang yang terdiri dari sekitar 367 ribu wisatawan mancanegara dan 778 ribu wisatawan domestik.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved