Kamis, 23 April 2026

Opini

Opini: Ketika Orang Kecil Harus Berteriak Lebih Keras

Orang kecil sering berada dalam posisi yang paling rentan dalam struktur sosial. Mereka memiliki akses terbatas terhadap kekuasaan...

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI GOLDY OGUR
Goldy Ogur 

Fenomena lain yang sering terlihat adalah bahwa keadilan sering datang setelah sebuah kasus mendapat sorotan publik. 

Sebuah masalah yang sebelumnya dianggap biasa tiba-tiba menjadi penting ketika mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Media sosial telah mempercepat proses ini. Dalam hitungan jam, sebuah peristiwa bisa menyebar ke berbagai tempat dan menjadi bahan pembicaraan publik. 

Dalam beberapa kasus, hal ini membawa dampak positif karena mendorong tindakan cepat terhadap ketidakadilan yang sebelumnya tersembunyi.

Namun ada sisi lain yang perlu dikritisi. Ketika sebuah sistem hanya bergerak setelah sebuah kasus menjadi viral, maka keadilan seolah bergantung pada popularitas masalah tersebut. 

Jika sebuah persoalan tidak cukup menarik perhatian publik, ia berisiko tetap berada dalam bayang-bayang.

Pemikir politik John Rawls menegaskan bahwa keadilan harus memberi perhatian khusus kepada mereka yang paling kurang beruntung dalam masyarakat. 

Artinya, sistem sosial seharusnya dirancang sedemikian rupa agar mereka yang paling lemah tetap terlindungi, bahkan ketika mereka tidak memiliki kekuatan untuk bersuara keras.

Ketika keadilan menunggu sorotan publik, yang terjadi adalah pembalikan logika. Bukan lagi kebenaran yang menentukan perhatian, tetapi perhatian yang menentukan apakah sebuah masalah dianggap benar atau penting.

Situasi ini berbahaya karena dapat menciptakan ketidakadilan yang baru. Mereka yang mampu menarik perhatian publik lebih mudah mendapatkan respons, sementara mereka yang tidak memiliki akses terhadap perhatian tersebut tetap terpinggirkan.

Karena itu, tantangan terbesar bukan hanya memperkuat kontrol publik, tetapi juga memastikan bahwa sistem bekerja bahkan ketika tidak ada sorotan.

Membangun Kepekaan Sosial

Pada akhirnya, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan sistem, tetapi juga dengan budaya sosial yang kita bangun bersama. 

Masyarakat yang sehat seharusnya tidak menunggu sampai masalah menjadi besar sebelum bertindak.

Filsuf Prancis Emmanuel Levinas menekankan bahwa etika dimulai dari 
perjumpaan dengan wajah orang lain. Ketika kita melihat penderitaan orang lain, kita dipanggil untuk merespons. 

Respons itu tidak boleh menunggu sampai penderitaan itu menjadi peristiwa besar.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved