Opini
Opini: Menanam Iman di Tanah Kering- Liturgi Hijau dari Bumi Flobamora
Suatu hari nanti, kita berharap dunia tidak lagi mengenal NTT hanya sebagai wilayah yang identik dengan kekeringan.
Selain asam, komoditas pohon lain seperti kemiri, kopi, nangka dan jeruk juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari hutan ekonomi rakyat.
Menanam Air di Tanah NTT
Namun menanam pohon di wilayah kering membutuhkan pengetahuan dan kedisiplinan.
Laporan iklim menunjukkan bahwa NTT kini memasuki fase transisi menuju akhir musim hujan.
Dalam beberapa minggu ke depan, kelembaban tanah akan cepat berkurang akibat panas dan angin kemarau.
Karena itu, gerakan menanam pohon harus disertai dengan upaya menanam air.
Konsep ini diperkenalkan oleh akademisi NTT, Prof. Zeth Malelak, yang menekankan pentingnya menciptakan ruang resapan air di sekitar tanaman melalui pembuatan cekungan tanah atau lubang resapan.
Tujuannya sederhana: agar air hujan tidak langsung mengalir sebagai limpasan, tetapi meresap dan tersimpan di dalam tanah sebagai cadangan air bagi tanaman selama musim kemarau.
Dengan cara ini, setiap pohon yang ditanam tidak hanya tumbuh sebagai tanaman, tetapi juga menjadi penjaga sumber air di masa depan.
Namun kita juga harus jujur mengakui satu tantangan besar yang sering membuat banyak program penghijauan gagal di NTT: ternak yang dilepasliarkan.
Bibit yang ditanam dengan susah payah dapat habis dimakan dalam satu malam jika tidak dilindungi dengan baik.
Karena itu, menanam pohon harus disertai dengan komitmen perawatan yang serius.
Setiap bibit membutuhkan pagar, pengawasan, dan perhatian hingga ia cukup kuat untuk bertahan.Menanam adalah memulai kehidupan.Merawat adalah menjaga kehidupan itu sendiri.
Pertobatan Ekologis dari NTT
Gereja dan organisasi kepemudaan seperti GAMKI sebenarnya memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan perubahan ini.
Jaringan jemaat yang tersebar hingga ke pelosok desa merupakan modal sosial yang sangat berharga.
Jika pemuda gereja bergerak bersama—dengan panduan ilmu pengetahuan, kedisiplinan merawat tanaman, dan kesadaran iman—maka yang sedang kita lakukan sesungguhnya adalah sebuah pertobatan ekologis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Winston-Rondo-DPRD-Provinsi-NTT-dari-Partai-Demokrat.jpg)