Sabtu, 25 April 2026

Opini

Opini: LPDP dan Makna Pengabdian- Suara dari Nusa Tenggara Timur

Daerah pelosok seperti NTT, membutuhkan awardee yang berakar di dalam kesadaran bahwa tanah ini membutuhkan seseorang yang mau hadir...

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI YB INOCENTY LOE
Y. B. Inocenty Loe, S.Fil, M.Pd 

Memilih meninggalkan zona nyaman pekerjaan saya sebagai guru pada sekolah terbaik di Kota Kupang (NTT) untuk mengabdikan diri secara khusus bagi pendidikan NTT. 

Saya memutuskan mengabdi untuk kepentingan yang jauh lebih besar untuk para guru dan siswa di NTT. 

Pada titik ini, saya menolak peluang karier, kenyamanan upah sertifikasi guru dan tawaran-tawaran lainnya yang lebih menguntungkan secara ekonomi. 

Melepaskan semunya itu, lalu mendirikan sebuah lembaga pengabdian yang berfokus pada kompetensi guru dan siswa di pelosok NTT. 

Keputusan ini tidak lahir dari sebuah refleksi romantis bahwa mengabdi itu baik, tetapi lebih dalam karena sebuah kesadaran bahwa ilmu yang tidak kembali ke daerah asalnya akan kehilangan kemuliaannya. 

Diskusi publik yang terjadi hari ini harus menjadi ruang katekese nasional. Bukan untuk menghakimi seorang awardee, tetapi untuk menemukan kedalaman betapa pentingnya kesadaran akan tanggung jawab moral sebagai warga negara Indonesia

Tentang menjadi awardee beasiswa, yang sadar bahwa ia sedang menikmati hasil keringat masyarakat Indonesia yang paling tidak beruntung. 

Karena itu, panggilannya harus realistis untuk menjaga agar tanggung jawab moral tidak pernah padam di dalam dirinya.

Dari NTT, suara ini sangat biasa: pengabdian itu tidak diukur dari seberapa jauh seseorang pergi ke luar negeri, tetapi dari kesadaran untuk mengakarkan ilmu ke tempat paling pelosok yang diliputi duka lara keterbatasan. 

Dari sanalah seorang penerima manfaat pajak rakyat menemukan pembenarannya. Bukan hanya di panggung global tetapi di daerah-daerah, tempat semua mimpi tinggal mimpi. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved