Opini
Opini: Krisis Pendidikan dan Hilangnya Martabat Manusia
Masalah pendidikan tidak pernah berdiri sendiri; ia adalah gambaran dari relasi sosial, politik, ekonomi, dan moral masyarakatnya.
Pendidikan yang bermutu tidak mungkin lahir dari ruang yang meniadakan martabat peserta didik.
Persoalan akses dan pemerataan pendidikan menjadi luka lama yang belum sembuh.
Anak-anak di daerah terpencil, miskin, dan terpinggirkan masih menghadapi jurang besar untuk menikmati pendidikan yang setara.
Paulo Freire mengingatkan bahwa pendidikan seharusnya menjadi alat pembebasan, bukan mekanisme reproduksi ketimpangan.
Ketika pendidikan hanya mudah diakses oleh mereka yang mampu secara ekonomi dan geografis, maka sekolah tidak lagi menjadi tangga sosial, melainkan tembok eksklusivitas.
Dalam kondisi ini, pendidikan justru memperlebar ketidakadilan yang seharusnya ia perbaiki.
Mutu pendidikan Indonesia pun kerap dipertanyakan. Orientasi pendidikan yang terlalu menekankan angka, peringkat, dan kelulusan administratif membuat proses belajar kehilangan kedalaman makna.
Pengetahuan direduksi menjadi hafalan, bukan pemahaman. Immanuel Kant pernah menulis bahwa manusia tidak boleh dididik hanya untuk masa kini, tetapi untuk masa depan kemanusiaan.
Pendidikan yang bermutu seharusnya melatih daya pikir kritis, kepekaan moral, dan tanggung jawab sosial.
Tanpa itu, sekolah hanya melahirkan manusia terampil yang miskin kebijaksanaan.
Kurikulum yang tidak relevan dengan realitas sosial menjadi masalah berikutnya.
Kurikulum sering berubah secara teknokratis tanpa dialog mendalam dengan guru dan konteks budaya masyarakat.
Akibatnya, pendidikan terasa asing bagi kehidupan nyata siswa. Kurikulum yang baik seharusnya hidup, dialogis, dan kontekstual.
Dalam filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara, pendidikan harus berakar pada kebudayaan dan kebutuhan masyarakat.
Ketika kurikulum tercerabut dari realitas, sekolah menjadi ruang formal yang terpisah dari kehidupan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sirilus-Aristo-Mbombo1.jpg)