Kamis, 23 April 2026

Opini

Opini: HIV Meretakkan Kota

Remaja tidak tiba-tiba masuk ke dunia prostitusi karena satu keputusan buruk; mereka ditarik oleh arus yang lebih besar.

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI APRIANUS P TABOEN
Aprianus Paskalius Taboen 

Yang dibutuhkan adalah keberanian menghadapi kenyataan bahwa HIV di Kupang bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan lahir dari kombinasi tekanan ekonomi, kerentanan keluarga, disrupsi digital, lemahnya kontrol sosial, dan kebutuhan emosional generasi muda yang tidak terpenuhi. 

Dengan memahami itu, barulah intervensi dapat bergerak dari sekadar menanggapi gejala menuju upaya memperbaiki fondasi kehidupan sosial yang membuat anak-anak tidak lagi menjadikan tubuh mereka sebagai medan bertahan hidup.

Kupang tidak sedang mengalami “krisis moral”, seperti yang mudah dilontarkan dalam percakapan terburu-buru. 

Kota ini sedang mengalami krisis pendampingan. Dan selama pendampingan tidak dihadirkan baik di rumah, sekolah, komunitas, maupun ruang digital maka data yang mengkhawatirkan itu bisa saja akan terus bertambah. (*)

Simak terus artikel POS-KUPANG.COM di Google News

 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved