Sumba Timur Terkini

Siswa di Sumba Timur Minta Pizza, Burger dan Sosis untuk MBG

Grestiana Bili mengatakan, sejak dimulainya pelayanan MBG tidak mengalami kendala. Semua proses berjalan lancar.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamalaputi di Kota Waingapu, Sumba Timur, Grestiana Bili bersama salah satu staf keuangan di SPPG itu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sejumlah siswa di Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT, meminta agar makanan seperti rendang, pizza, burger, dan sosis kanzler disediakan dalam menu makanan bergizi gratis (MBG).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamalaputi di Kota Waingapu, Grestiana Bili. SPPG Kamalaputi adalah salah satu penyedia MBG yang melayani 10 sekolah dari tingkat TK hingga SMA sejak Juni 2025.

Dari 10 sekolah tersebut, SPPG Kamalaputi melayani sekitar 3.421 anak setiap hari. Atau selama lima hari dalam seminggu.

Grestiana Bili mengatakan, sejak dimulainya pelayanan MBG tidak mengalami kendala. Semua proses berjalan lancar.

“Sampai sekarang tidak ada kendala dalam lapangan atau dapur. Semuanya lancar dan berjalan dengan baik,” kata Grestiana Bili.

Namun, ia cukup terkesan dengan permintaan sejumlah siswa tersebut. Ia mengatakan, belum bisa dipenuhi karena keterbatasan anggaran. Ia akan meneruskan permintaan tersebut ke Badan Gizi Nasional (BGN).

“Ada yang minta burger, sosis, apalagi pizza. Rata-rata di semua sekolah. Betul,” katanya saat dikonfirmasi Selasa (5/8/2025).

Saat ini, SPPG Kamalaputi didukung oleh 50 anggota tim. Terhitung dari tim dapur, ahli gizi, staf keuangan dan tim pengantar makanan.

Baca juga: Jelang HUT RI, Pemkab Sumba Timur Beri Diskon Pajak dan Bebas Denda PBB P2

Grestiana menuturkan, distribusi makanan juga berjalan lancar. Setiap anggota tim telah memiliki tugas masing-masing. Selain itu, jadwal makan di sekolah yang berbeda memudahkan proses pengantarannya.

“Untuk skema distribusinya kita sesuaikan dari jadwal dari sekolah. Biasanya dari sekolah-sekolah itu minta di jam 10.00 Wita dan 11.00 Wita,” ujarnya.

“Pengantaran ke TK itu kita sudah mulai dari 07.30 Wita,” katanya. “Tergantung permintaan dari sekolah juga, apakah makan pagi atau makan siang begitu.”

Terkait menu MBG, Grestiana menyebutkan ada ahli gizi khusus yang mengatur. Ia merupakan bagian dari BGN. Ia bertanggung jawab dalam menyusun menu harian dengan gizi seimbang.

Untuk memastikan mutu dan kualitas makanan, Grestiana mengaku turun langsung di setiap proses.

Mulai di pasar saat pemilihan bahan makanan, hingga pengemasan di kotak ompreng bersama ahli gizi dan koki guna memastikan semuanya berjalan sesuai ketentuan.

Ia juga menceritakan banyak anak yang sangat berterima kasih atas kehadiran program MBG ini. 

Ia berharap program ini terus berjalan lancar dan bisa menjangkau wilayah lain di pedesaan. (dim)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved