NTT Terkini

BEM Nusantara NTT Siap Gelar Konsolidasi Akbar, Serukan Reformasi Polri dan Lawan Kekerasan Aparat

Konsolidasi Akbar ini mengangkat tema "Indonesia Darurat Kekerasan Polri" serta akan diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa,

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Kordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM ) Nusantara, Andi L.U.Y. Sanjaya 

Laporan reporter POS-KUPANG. COM, Tari Rahmaniar Ismail

POS-KUPANG.COM,KUPANG – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nusantara) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumumkan kesiapan penuh untuk melaksanakan Konsolidasi Akbar pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025, pukul 15.00 WITA bertempat di Universitas Muhammadiyah Kupang. 

Konsolidasi Akbar ini mengangkat tema "Indonesia Darurat Kekerasan Polri" serta akan diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa, seperti BEM se-Kota Kupang, Ojek Online (Ojol) se-Kota Kupang, dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kota Kupang. 

Kordinator BEM Nusantara, Andi L.U.Y. Sanjaya, mengatakan konsolidasi akbar ini digelar sebagai respons terhadap maraknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Indonesia. 

Ia juga menambahkan kekerasan yang seharusnya menjadi upaya terakhir dalam penegakan hukum malah sering dipertontonkan sebagai wajah utama aparat, menimbulkan ketakutan, pelanggaran hak asasi manusia, dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Dalam situasi darurat bangsa ini, kekerasan aparat yang semakin mencolok bukan hanya ancaman bagi demokrasi, tetapi juga bagi hak hidup setiap warga negara. Oleh karena itu, konsolidasi ini kami anggap sangat penting untuk menghimpun gagasan, menyatukan sikap, dan membangun gerakan kolektif mahasiswa serta masyarakat sipil,” ujar Andi saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Sabtu (30/8). 

Baca juga: Ganjar Milenial Gelar Diskusi Bersama BEM Nusantara Tentang Peran Pemuda di Pesta Demokrasi

Berdasarkan hasil wawancara  konsolidasi akbar yang dilakukan BEM Nusantara NTT berencana untuk mendesak beberapa agenda utama yaitu reformasi menyeluruh di tubuh Polri, menghentikan praktik kekerasan berlebihan dan impunitas aparat, mengawal agenda demokrasi agar aparat benar-benar hadir sebagai pelindung rakyat, bukan sumber ketakutan.

Andi juga menegaskan Konsolidasi Akbar bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebagai langkah perlawanan.

“Kami tidak boleh diam di tengah praktik kekerasan yang dilembagakan. Kami siap hadir, menyuarakan kebenaran, dan berdiri bersama rakyat melawan kekerasan aparat,” ujarnya.

Menurut Andi Konsolidasi sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjaga demokrasi, kemanusiaan, dan keadilan sosial di Indonesia.

 “Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Lawan Kekerasan Aparat!” ungkapnya. 

Konsolidasi Akbar ini diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk membangun kesadaran kolektif dalam memperjuangkan reformasi di tubuh Polri dan mendorong perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.(IAR) 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved