Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior

Surat Terbuka untuk Almarhum Prada Lucky Namo dari Forum Pemuda NTT Nagekeo

Kematian Prada Lucky Cepril Saputra Namo, anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere menyisakan luka yang mendalam

POS KUPANG.COM/HO.ISTIMEWA
LUCKY NAMO - Peti jenazah Almarhum Prada Lucky Cepril Saputra Namo, anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere.   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS KUPANG.COM, MBAY - Kematian Prada Lucky Cepril Saputra Namo, anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere menyisakan luka yang mendalam baik bagi keluarga yang ditinggalkan maupun masyarakat Kabupaten Nagekeo. 

Kasus kematian Prada Lucky Namo yang diduga menjadi korban penganiayaan sejumlah oknum seniornya di Batalyon yang baru berdiri beberapa bulan di Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo itu menjadi sorotan banyak pihak termasuk Forum Pemuda NTT Kabupaten Nagekeo. 

Mereka bahkan menulis surat terbuka menyampaikan permintaan maaf, penghormatan terakhir dan ucapan terima kasih kepada almarhum Prada Lucky Cepril Saputra Namo. 

Ketua DPD Forum Pemuda NTT Kabupaten Nagekeo, Agustinus Bebi Daga mengutuk keras peristiwa yang mencoreng institusi dan juga nama Kabupaten Nagekeo sendiri. 

Baca juga: Perkara Prada Lucky Namo Dipisah Jadi Tiga Berkas dengan 22 Tersangka

"Kita mengutuk sikap senior-seniornya terhadap almarhum, kalau memang beliau ini salah tindakannya bukan seperti itu," tegas Bebi Daga kepada TribunFlores.com, Minggu (10/8/2025).

Lebih jauh menurut Bebi Daga, kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere sendiri masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat Kabupaten Nagekeo terkait persoalan nama Wakanga Mere. 

Aksi 1000 lilin untuk mengenang almarhum Prada Lucky Namo yang digelar di Lapangan Berdikari, Selasa (19/8/2025) malam.
Aksi 1000 lilin untuk mengenang almarhum Prada Lucky Namo yang digelar di Lapangan Berdikari, Selasa (19/8/2025) malam. (POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO)

"Itu menjadi hari ini menjadi perdebatan serius di Nagekeo, terus dengan kejadian ini ada yang menarik kesimpulan bahwa pemberian nama juga menjadi salah satu penyebab karena tidak direstui leluhur yang mempunyai tanah disitu, akhirnya kita coba ambil kesimpulan bahwa hal-hal seperti ini harus kita lawan terutama soal kematian beliau," ujar Bebi Daga.

Ia bahkan menyebut, kronologi kematian Prada Lucky penuh rekayasa karena berdasarkan video yang beredar, ayah Prada Lucky mengungkapkan fakta lain yang mengejutkan yakni orang yang pertama kali mengantar Prada Lucky ke rumah sakit di wilayah itu bahwa Prada Lucky jatuh dari pohon. 

Berdasarkan kejanggalan-kejanggalan yang mulai terungkap, Bebi Daga menyebut Forum Pemuda NTT Kabupaten Nagekeo secara tegas menginginkan keterbukaan proses kasus yang cukup menghebohkan ini. 

Baca juga: Ayah dan Ibu Prada Lucky Namo Diperiksa Delapan Jam di Denpom Kupang 

"Apalagi ini menyangkut marwah, bagi kami orang Nagekeo, kehadiran Batalyon inikan baru, jangan sampai menjadi preseden buruk kedepan, sehingga anak-anak Nagekeo yang mau jadi tentara, orang tuanya kuatir, berangkat dari itu kami sebagai putra-putri Nagekeo merasa simpati," ujarnya.

Selain nama Batalyon yang masih menjadi perdebatan, kasus lahan di Desa Tonggurambang bersama pihak TN AD untuk pembangunan markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere juga hingga saat ini belum terselesaikan. 

Sebagian masyarakat, kata Bebi Daga, saat ini timbul kekuatiran dan rasa takut karena menurut dia antar sesama anggota TNI AD saja terjadi peristiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa Prada Lucky.

"Sesama mereka saja begitu apalagi kalau ada masalah dengan masyarakat, ini yang sangat kita kuatirkan, supaya tidak ada lagi Lucky-Lucky yang lain kita meminta agar kasus ini di usut tuntas dan diproses sesuai aturan yang berlaku di militer," pungkas Bebi.

Baca juga: LIPSUS: Ibunda Prada Lucky Namo, Saya Hanya Ingin Keadilan 

Berikut kutipan lengkap Surat Terbuka untuk Almarhum Prada Lucky:

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved