Siswa Keracunan Makanan Gratis
BPOM Temukan Bakteri di Menu MBG untuk Siswa SMPN 8 Kupang, Pihak Istana Minta Maaf
BPOM RI mengungkap temuan bakteri pada sampel MBG yang diperiksa pasca insiden keracunan ratusan siswa SMPN 8 Kota Kupang.
BGN telah membuat aturan atau Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk menjamin kelayakan bahan pangan, proses pengolahan, hingga distribusi.
Namun tidak menutup kemungkinan terjadinya kontaminasi di sepanjang proses tersebut.
Tigor Pangaribuan juga mengingatkan bahwa pekerja dapur harus bekerja sejak pukul 01.00 hingga 06.00 WITA, yang dapat mempengaruhi ketelitian dan kehati-hatian.
*Hentikan Sementara
Menyusul dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa, pelaksanaan Program MBG di SMP Negeri 8 Kupang dihentikan sementara.
Keputusan ini disampaikan Ketua Komite Sekolah, Ilham, usai menggelar pertemuan terbatas bersama perwakilan orang tua murid yang anaknya terdampak kasus tersebut.
Menurut Ilham, penghentian ini dilakukan sebagai respons terhadap berbagai aspirasi dan keluhan orang tua siswa, terutama yang anak-anaknya menjalani perawatan akibat mengonsumsi makanan MBG.

“Kami dari pihak komite tidak menolak program MBG secara resmi, namun saat ini kami sedang menampung semua masukan dari orang tua. Suasana masih sangat sensitif, jadi evaluasi menyeluruh sangat diperlukan sebelum program ini bisa kembali dijalankan,” jelas Ilham, kepada Pos Kupang (4/8).
Dalam pertemuan tersebut, beberapa orang tua siswa secara tegas menyampaikan tuntutan moral terhadap pihak pelaksana program MBG, dalam hal ini pihak SPPG (Sentra Penyediaan Pangan Gizi), agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga korban.
Selain itu, orang tua juga meminta agar hasil laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa dapat diberikan secara terbuka dan disampaikan secara resmi kepada mereka.
Berdasarkan hasil diskusi yang dikumpulkan oleh pihak komite, mayoritas orang tua murid menolak anak-anaknya untuk kembali mengikuti MBG, setidaknya hingga ada kepastian dari hasil evaluasi dan perbaikan sistem distribusi makanan.
“Sebagian besar orang tua memilih agar anak-anak mereka sarapan dari rumah atau membawa bekal sendiri, karena saat ini mereka kehilangan kepercayaan atas kualitas makanan dari program MBG,” tambah Ilham. (rey/uan/fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Siswa Keracunan Makanan Gratis
SMPN 8 Kota Kupang
MBG
Makanan Bergizi Gratis
SPPG Maulafa 3
Erlin Herlina
Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO
Noudy Valdryno
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN
Tigor Pangaribuan
komite sekolah
Siswa SMPN 8 Kupang Keracunan Makanan, BPOM: Daging Sapi dan Sayur Ada Bakteri |
![]() |
---|
Ketua Komite SMPN 8 Kupang: Program MBG Sementara Dihentikan, Orang Tua Tuntut Evaluasi |
![]() |
---|
Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis, Staf Kantor Kepresidenan Sambangi SMPN 8 Kupang dan Minta Maaf |
![]() |
---|
BPOM NTT dan Dinkes Saling Lempar Hasil Uji Sampel MBG Sebabkan Keracunan, BGN Bungkam |
![]() |
---|
BPOM Serahkan Hasil Uji Sampel MBG, Kadis Kesehatan Kota Kupang Tak Mau Umumkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.