Siswa Keracunan Makanan Gratis

Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis, Staf Kantor Kepresidenan Sambangi SMPN 8 Kupang dan Minta Maaf

Staf Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudy Valdryno mengunjungi SMP Negeri 8 Kota Kupang, Senin (4/8/2025).

Penulis: Ray Rebon | Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
STAF KEPRESIDENAN - Noundry Valdryno, Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi (kedua dari kiri) dari Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) memberikan keterangan kepada awak media di SMPN 8 Kupang, Senin (4/8/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Staf Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO), Noudy Valdryno mengunjungi SMP Negeri 8 Kota Kupang, Senin (4/8/2025).

Noudy bersama Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Elin Herlina serta Staf Khusus BGN Redy Hendra.

Kunjungan tersebut dilakukan pasca siswa keracunan setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Noudy dan rombongan tiba di SMPN 8 Kupang sekitar pukul 12.20 Wita. Mereka langsung bertemu Kepala SMPN 8 Kupang, Maria Roslin Lana.

Pertemuan berlangsung tertutup sekitar 30 menit.

Setelah pertemuan itu, Noudy Valdryno menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah dan meminta maaf atas insiden pangan yang terjadi di SMPN 8 Kupang.

"Kami menyampaikan permohonan maaf, empati, dan perhatian terhadap anak-anak kita yang terdampak insiden pangan di SMPN 8 Kota Kupang ini," ujarnya.

Baca juga: 200 Siswa SMPN 8 Kupang Keracunan Makanan, Dokter Sebut Korban Alami Gejala Sejak Senin Siang

Ia menjelaskan, gangguan kesehatan yang dialami pelajar SMPN 8 Kupang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari Program MBG. 

Lanjut kata Noudy, pemerintah melalui BGN, BPOM, Dinas Kesehatan, dan pihak sekolah telah melakukan evaluasi serta mengumpulkan informasi terkait insiden tersebut.

"Hasil penelusuran sudah kami dengar. Intinya, pemerintah ingin memastikan penanganan dilakukan cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh," tegasnya.

Noudy menambahkan, pemerintah berkomitmen meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) mulai dari pengelolaan, distribusi, hingga mitigasi risiko pada Program MBG.

"Program MBG adalah upaya pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung tumbuh kembang anak di seluruh wilayah Indonesia. Kami akan memastikan pelaksanaannya sesuai standar tertinggi," kata Noudy Valdryno(*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved