Siswa Keracunan Makanan Gratis

Ketua Komite SMPN 8 Kupang: Program MBG Sementara Dihentikan, Orang Tua Tuntut Evaluasi

Hal ini menjadi perhatian serius pihak komite untuk dilaporkan kepada pihak sekolah dan pemerintah sebagai bahan evaluasi.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/YUAN LULAN
Ketua Komite SMPN 8 Kupang Ilham 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG  – Menyusul dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 8 Kupang resmi dihentikan sementara.

Keputusan ini disampaikan Ketua Komite Sekolah, Ilham, usai menggelar pertemuan terbatas bersama perwakilan orang tua murid yang anaknya terdampak langsung oleh kasus tersebut.

Menurut Ilham, penghentian ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap berbagai aspirasi dan keluhan orang tua siswa, terutama yang anak-anaknya menjalani perawatan akibat mengonsumsi makanan MBG.

 “Kami dari pihak komite tidak menolak program MBG secara resmi, namun saat ini kami sedang menampung semua masukan dari orang tua. Suasana masih sangat sensitif, jadi evaluasi menyeluruh sangat diperlukan sebelum program ini bisa kembali dijalankan,” jelasnya kepada POS-KUPANG.COM, Senin  (4/8/2025).

Baca juga: Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis, Staf Kantor Kepresidenan Sambangi SMPN 8 Kupang dan Minta Maaf

Dalam pertemuan tersebut, beberapa orang tua siswa secara tegas menyampaikan tuntutan moral terhadap pihak pelaksana program MBG, dalam hal ini pihak SPPG (Sentra Penyediaan Pangan Gizi), agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga korban.

Selain itu, orang tua juga meminta agar hasil laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa dapat diberikan secara terbuka dan disampaikan secara resmi kepada mereka.

“Orang tua tidak hanya ingin tahu penyebab pasti dari kejadian ini, tapi juga menuntut akuntabilitas dan transparansi dari penyelenggara program. Hasil lab itu penting untuk menepis keraguan dan memberikan kepastian,” tegas Ilham.

Sementara itu, berdasarkan hasil diskusi yang dikumpulkan oleh pihak komite, mayoritas orang tua murid menolak anak-anaknya untuk kembali mengikuti MBG, setidaknya hingga ada kepastian dari hasil evaluasi dan perbaikan sistem distribusi makanan.

“Sebagian besar orang tua memilih agar anak-anak mereka sarapan dari rumah atau membawa bekal sendiri, karena saat ini mereka kehilangan kepercayaan atas kualitas makanan dari program MBG,” tambah Ilham.


Ada Murid yang Alami Trauma dan Sakit Lambung

Ilham juga menerima laporan dari sejumlah orang tua bahwa beberapa siswa mengalami trauma psikis dan gangguan lambung pasca mengonsumsi makanan yang diduga tercemar. 

Hal ini menjadi perhatian serius pihak komite untuk dilaporkan kepada pihak sekolah dan pemerintah sebagai bahan evaluasi.

“Informasi dari orang tua menyebutkan ada anak yang sekarang trauma dan menolak makan di sekolah, bahkan ada yang harus menjalani perawatan karena sakit lambung. Ini harus jadi perhatian bersama,” ujarnya. 

Hingga saat ini, pihak komite belum mengeluarkan sikap resmi menolak atau menerima kembali program MBG. Ilham menegaskan bahwa pihaknya sedang menghimpun seluruh aspirasi orang tua, sebelum menyampaikan sikap formal kepada pihak sekolah maupun pemerintah.

“Kami akan tunggu dulu hasil evaluasi dan respon dari instansi terkait. Keputusan akhir akan kami ambil bersama orang tua murid,” pungkasnya. (uan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS    

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved