Opini

Opini: Mencari Hati yang Enggan Membenci di Balik Puing-puing Gereja Keluarga Kudus Gaza

Pastor paroki, Gabriel Romanelli, salah satu dari ketiga korban yang tewas, dikenal dekat dengan mendiang Paus Fransiskus. 

|
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO-DOK HENDRIK MAKU
Hendrikus Maku, SVD 

 Oleh: Hendrikus Maku, SVD
Mahasiswa Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

POS-KUPANG.COM -  Kompas.id edisi 18 Juli 2025 11:10 WIB menurunkan berita dengan judul: “Serangan Israel Hancurkan Gereja Katolik Keluarga Kudus (GKK) di Gaza: Tiga orang tewas dan 10 orang terluka, termasuk pastor paroki,... Israel menyalahkan peluru tank yang nyasar. Vatikan menyerukan gencatan senjata”. 

Laraswati Ariadne Anwar, sang penulis berita menerangkan bahwa serangan militer Israel menghancurkan satu-satunya gereja Katolik di Jalur Gaza pada 17 Juli 2025, jam 10.20, setelah misa pagi.

Anwar mengutip salah satu sumber yang melaporkan bahwa di GKK itu, ratusan warga Palestina berlindung dari perang Hamas-Israel selama 21 bulan terakhir. 

Pastor paroki, Gabriel Romanelli, salah satu dari ketiga korban yang tewas, dikenal dekat dengan mendiang Paus Fransiskus

Sebelum wafatnya, Fransiskus kerap berbincang dengan Romanelli melalui sambungan telepon untuk menanyakan kondisi para pengungsi di Gaza, terutama anak-anak.

Anwar juga melaporkan respons Paus Leo XIV terhadap tragedi di GKK. 

Pengganti Mendiang Paus Fransiskus, dari Vatikan mengirim ucapan belasungkawa kepada para korban serangan. Leo menyerukan agar gencatan senjata antara Hamas dan Israel disegerakan. 

”Saya sangat berharap adanya dialog demi mencapai perdamaian atas konflik yang sudah terlalu lama ini,” ucap Paus Leo.

Mencari Hati yang Enggan Membenci

Di Gaza, bahkan tempat ibadah tak lagi punya hak untuk tenang. GKK, satu-satunya gereja Katolik di wilayah itu, dihantam oleh tank Israel

Para korban berjatuhan, di antaranya ada lansia yang sedang menjalani terapi psikososial. Betapa menyedihkan. 

Dari video dan foto yang beredar di berbagai medsos, terlihat di antara puing-puing, ada salib yang berdiri miring. 

Salib itu seakan sedang mengaduh: “Di manakah Tuhan ketika manusia ciptaan-Nya kehilangan rasa kemanusiaan?”

Ada banyak narasi yang dibangun pascaserangan maut yang mematikan di GKK. Israel menyebutnya kesalahan teknis. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved