Opini
Opini: Tangisan di Gerbang Sekolah
Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang ibu yang menangis haru setelah anaknya masuk sekolah dengan semangat.
Oleh : Prima Trisna Aji
Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang
POS-KUPANG.COM - Momen hari pertama masuk sekolah merupakan kenangan yang akan selalu membekas dalam ingatan baik orang tua maupun anak.
Di tengah keriuhan suara bel sekolah, derap kecil anak–anak lucu imut dan senyum gugup para guru sekolah terselip air mata para orang tua yang melepas separuh hatinya di gerbang sekolah.
Tak jarang tangisan air matapun jatuh bukan karena perpisahan sejenak, melainkan karena kesadaran bahwa ternyata anak mereka sedang memasuki fase kehidupan baru yang tidak sepenuhnya tak bisa terus dikawal oleh para orang tua.
Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang ibu yang menangis haru setelah anaknya masuk sekolah dengan semangat.
Di satu sisi, anak Bahagia karena telah tumbuh menjadi sosok yang dewasa, namun pada sisi yang lainnya muncul kehawatiran bagaimana kalau anaknya ketika sekolah tidak ditunggui jatuh sakit?
Bagaimana jika anaknya rewel tantrum dan belum bisa menyesuaikan diri di hari pertama sekolah?
Momen kenangan seperti menggambarkan bahwa pada hari pertama masuk sekolah bukan hanya milik si anak melainkan juga merupakan momen emosional yang ada pada orang tua yang mengantarnya.
Sayangnya ada hal yang lebih penting di balik kisah haru tersebut, hal penting yang sering terlewatkan adalah tentang “kesehatan”.
Kesehatan: Sisi yang Sering Terlupakan
Pada tahun ajaran baru sering kali bersamaan dengan musim penghujan di Indonesia, saat risiko penyakit menular meningkat begitu tajam seperti flu, diare, demam berdarah hingga penyakit akibat kencing tikus yaitu Leptospirosis yang viral di Yogyakarta mengintai di lingkungan sekolah.
Hal lain juga perlu diperhatikan seperti persoalan sanitasi, minimnya fasilitas cuci tangan dan rutinitas bangun pagi pada anak dengan beban belajar.
Kesehatan fisik bukanlah satu– satunya yang patut untuk dicemaskan, akan tetapi hal lainnya yang jauh juga lebih penting adalah pada aspek mental dan emosional pada anak yang kadang justru diabaikan.
Penelitian terbaru dari Verywell Mind pada tahun 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen orang tua mengkwatirkan kondisi mental anak mereka saat kembali ke sekolah.
Anak yang sebelumnya lebih banyak berada di rumah selama liburan panjang, kini harus berinteraksi di lingkungan yang baru, menyesuaikan diri dengan guru dan teman serta menghadapi tekanan akademik. Ditambah dengan suasana kelas yang baru karena telah naik kelas.
Prima Trisna Aji
Hari pertama sekolah
Opini Pos Kupang
Universitas Muhammadiyah Semarang
POS-KUPANG.COM
| Opini: Dilema Kesejahteraan- Efisiensi atau Erosi Biokrasi? |
|
|---|
| Opini: Sunyi yang Tidak Didengar-Ketika Bunuh Diri Menjadi Bahasa Terakhir |
|
|---|
| Opini: Lonjakan HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur |
|
|---|
| Opini: Ilusi “Profesor Menjamur” dan Krisis Nalar Kebijakan Pendidikan Tinggi |
|
|---|
| Opini: Kerahiman Ilahi- Jalan Pulang Menuji Hati yang Diperbaharui |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Prima-Trisna-Aji.jpg)