Opini
Opini: Tangisan di Gerbang Sekolah
Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang ibu yang menangis haru setelah anaknya masuk sekolah dengan semangat.
Hal lain yang tak kalah penting adalah kondisi sanitasi juga masih menjaid tantangan tersendiri, karena tidak semua sekolah menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun dan air bersih yang memadai. Belum lagi ditambah persoalan kesehatan mental yang masih dianggap tabu.
Padahal anak–anak di hari pertama masuk sekolah sangat membutuhkan dukungan emosional dari orang tua.
Guru bukan hanya bertugas menyampaikan pelajaran, akan tetapi juga harus menjadi pembaca ekspresi, pelindung emosional yang baik dan penghubung komunikasi dengan orang tua atau wali.
Akan karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara orang tua, sekolah dan pemerintah.
Sekolah juga perlu menyediakan protocol kesehatan yang baik dan mudah dipahami oleh anak– anak.
Pemerintah daerah juga perlu meninjau ulang kebijakan jam masuk sekolah dan mendorong adanya tenaga psikolog dan konselor pada tingkat taman kanak–kanak dan sekolah dasar.
Di sisi lain orang tua juga perlu diberdayakan melalui edukasi kesehatan anak, bukan hanya soal masalah gizi pada anak saja, akan tetapi juga tentang kesehatan mental dan emosional.
Penutup: Tangisan yang Punya Makna
Kisah haru tangisan yang terjadi digerbang sekolah sebenarnya menyimpan banyak makna yang tersembunyi.
Ia bukan hanya tanda kelemahan, akan tetapi refleksi cinta dan harapan dari orang tua kepada anak tercinta mereka.
Hari pertama anak masuk sekolah merupakan gerbang menuju dunia baru dan tugas kita adalah memastikan bahwa dunia ini sangat ramah, sehat dan aman bagi anak.
Kesehatan pada anak bukanlah sebagai pelengkap saja, akan tetapi juga sebagai fondasi dari proses belajar yang bermakna dan bermanfaat.
Jika kita bisa menghadirkan sistem dan lingkungan yang juga memperhatikan kesehatan anak sejak hari pertama sekolah, maka kita telah memberikan mereka awal yang sangat kuat untuk perjalanan panjang mereka ke depan.
Dan mungkin di saat kita kembali melihat mereka melangkah ke gerbang sekolah pada esok hari, tangisan itu akan berubah menjadi senyuman karena kita tahu bahwa mereka telah tumbuh di tempat dan waktu yang tepat. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Prima Trisna Aji
Hari pertama sekolah
Opini Pos Kupang
Universitas Muhammadiyah Semarang
POS-KUPANG.COM
| Opini: Menakar Integritas Advokat di Tengah Badai Kepentingan |
|
|---|
| Opini: Mei, Ibu dan Luka yang Ditenun Menjadi Harapan |
|
|---|
| Opini: Menagih Tanggung Jawab Bersama untuk NTT di Hari Pendidikan Nasional |
|
|---|
| Opini: Hari Pendidikan atau Hari Keprihatinan? |
|
|---|
| Opini - Keadilan Bagi Kaum Buruh Perspektif Ensiklik Rerum Novarum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Prima-Trisna-Aji.jpg)