Opini
Opini: Literasi Keuangan sebagai Benteng Gen Z Terbebas dari Jeratan Perilaku Doom Spending
Fenomena Doom Spending tidak dapat semata-mata dianggap sebagai tindakan konsumtif yang boros dan tidak berarti.
Oleh: Retno Hernawati, M.Pd
Dosen Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang, Nusa Tenggara Timur
POS-KUPANG.COM - Belakangan ini istilah Doom Spending mulai menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat. Lalu apa sebenernya Doom Spending itu?
Doom spending dapat diartikan sebagai perilaku konsumtif yang dilakukan secara impulsif atau tanpa pertimbangan matang. Fenomena ini kini menjadi tren global yang terjadi di berbagai kalangan masyarakat.
Fenomena Doom Spending tidak dapat semata-mata dianggap sebagai tindakan konsumtif yang boros dan tidak berarti.
Di balik perilaku ini, seringkali tersembunyi dorongan emosional atau usaha untuk memperoleh kendali di tengah situasi hidup yang penuh ketidakpastian.
Dalam banyak kasus, Doom Spending berperan sebagai mekanisme pelampiasan untuk meredakan tekanan mental sehari-hari.
Melalui belanja impulsif, seseorang merasa mampu melarikan diri sejenak dari rasa stres, walaupun efeknya hanya sementara.
Selain itu, perilaku ini juga mencerminkan tekanan sosial yang kuat. Di tengah budaya yang menuntut untuk selalu tampil ideal, terutama di kalangan Gen Z, belanja menjadi salah satu cara untuk meraih penerimaan dan pengakuan dari lingkungan sekitar.
Di era digital, membagikan aktivitas konsumsi melalui media sosial dapat memberikan rasa eksistensi, kepuasan, dan bahkan status di mata orang lain.
Tak sedikit dari kalangan milenial dan Gen Z yang terjebak dalam perilaku Doom Spending dengan memanfaatkan fasilitas kartu kredit atau layanan pinjaman online.
Akibatnya, mereka rentan menumpuk utang yang pada akhirnya menggerus kemampuan finansial dan daya beli di masa mendatang.
Jika tren ini terus berlangsung, bukan hanya individu yang terdampak, pelaku usaha pun bisa merasakan imbasnya saat generasi muda mulai kehilangan kekuatan konsumsi akibat beban utang yang menumpuk.
Apa Saja Dampak Negatif dari Doom Spending?
Utang Konsumtif adalah salah satu dampak dari perilaku Doom Spending. Perilaku Doom Spending sering kali mendorong Gen Z untuk memanfaatkan fasilitas seperti kartu kredit, layanan paylater, hingga pinjaman online demi memenuhi hasrat belanja impulsif.
Sayangnya, kebiasaan ini bisa memicu akumulasi utang konsumtif yang sulit dikendalikan, sehingga beban keuangan terus meningkat dan semakin sulit untuk dilunasi.
Dalam jangka panjang, hal ini juga berisiko merusak skor kredit mereka, yang akan menyulitkan akses ke layanan keuangan di masa depan.
Retno Hernawati
Doom Spending
Universitas Nusa Cendana
Generasi Z
Opini Pos Kupang
POS-KUPANG.COM
literasi keuangan
Nusa Tenggara Timur
Gen Z
| Opini: Generasi Cemas di Tengah Dunia yang Tidak Pasti |
|
|---|
| Opini: AI dan Krisis Pendidikan Gen Z-Alpha |
|
|---|
| Opini: Holding Daerah- Mesin Transformasi Menuju Kemandirian Fiskal |
|
|---|
| Opini: Ketika Hujan Tak Datang, Siapa yang Kita Jaga? |
|
|---|
| Opini: Laporan Keuangan Daerah-Antara Kewajiban Regulasi dan Tanggung Jawab Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Retno-Hernawati.jpg)