Opini
Opini: Membasuh Kaki, Caritas et Servitus
Orang yang membasuh kaki adalah seorang hamba, seorang yang kedudukannya paling rendah di dalam masyarakat.
Oleh: Fr. Stefan Bandar
Tinggal di Manila Filipina
POS-KUPANG.COM - Salah satu event Tri Hari Suci di dalam gereja Katolik adalah hari Kamis Putih.
Kamis Putih merupakan perayaan awal Tri Hari Suci yang mengenang perjamuan terakhir Yesus bersama murid-muridNya sebelum Ia menderita.
Setelah merayakan Minggu Palma, perayaan yang mengenang Yesus masuk Kota Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai dan disambut meriah orang banyak dengan melambaikan daun palma, umat Katolik merayakan perjamuan terakhir Yesus bersama para muridNya.
Kamis putih juga mengenang kisah Yesus yang membasuh kaki para muridNya. Yesus yang adalah Allah, Yang Maha Tinggi, rela membasuh kaki para muridNya yang mana mereka adalah rakyat biasa, bahkan penjala ikan.
Ia menjadikan diriNya hamba (sebab dalam konteks budaya masyarakat Yahudi, pekerjaan membasuh kaki dilakukan hamba kepada tuannya) untuk para muridNya.
Hal lain yang dikenang pada perayaan ini adalah Yesus memberikan tubuhNya dalam rupa roti untuk disantap, dan darahNya dalam rupa anggur untuk diminum. Ia merayakan misa pertama bersama para muridNya.
Ia meminta para muridNya untuk melakukan hal serupa sebagai kenangan akan diriNya. Tentunya permintaan ini dilatarbelakangi oleh penderitaan, kematian, dan kebangkitan yang akan dilaluiNya.
Konteks Injil dari kisah Kamis Putih adalah Yohanes 13:1-13. Di dalam Injil dikisahkan bahwa Yesus membasuh kaki para muridNya ketika Ia hendak diserahkan oleh Yudas untuk disiksa, bahkan hingga mati di atas kayu salib.
Beberapa episode menampilkan saat di mana Ia disangkal oleh Petrus sebanyak tiga kali, dibawa ke hadapan imam besar Hanas dan Kayafas, hingga dibawa ke Pilatus untuk diadili.
Tulisan ini tidak bermaksud membahas semua rangkaian peristiwa penting ini, tetapi berfokus pada tindakan pembasuhan kaki para murid oleh Yesus.
Mengingat konteks Injil Yohanes yang merupakan satu-satunya Injil dengan standar pesan teologis yang tinggi, maka kisah pembasuhan ini mesti diketahui dan direfleksikan lebih mendalam.
Hal ini penting mengingat kisah ini kaya akan pesan-pesan moral yang relevan dengan kehidupan manusia hingga saat ini.
Salah satu hal yang menarik dari kisah pembasuhan kaki ini adalah ketika Petrus menolak atau tidak mengizinkan Yesus membasuh kakinya. Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya (Yoh 13:8), demikian Petrus menolak Yesus membasuh kakinya.
Mengapa Petrus menolak kakinya dibasuh oleh Yesus? Hal lazim yang sering terjadi adalah bahwa seorang yang dibasuh kakinya adalah orang yang berkedudukan tinggi seperti para pemuka agama, penatua-penatua, dan sebagainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Paus-Fransiskus-basuh-kaki-napi_0034.jpg)