Opini
Opini: Pariwisata Agama vs Agama Pariwisata
Kemajuan teknologi, komunikasi, informasi dan transportasi menciptakan kemudahan untuk berwisata demikian.
Oleh: Albert Novena, SVD
Tinggal di Ledalero-Maumere, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Dr. Robert Runcie, Uskup Agung Canterbury (1980-1990), berkata: ”In the middle ages, people were tourists because of their religion, whereas now they are tourists because tourism is their religion” (Observer,11 December 1988).
Pada abad pertengahan orang berwisata karena alasan keagamaannya sedangkan kini orang berwisata karena pariwisata adalah agamanya.
Kata-kata uskup agung ini menunjukkan dua alasan berbeda pada orang berwisata.
Baca juga: NTT Mart Hadir di Kabupaten TTU, Pasar Menjanjikan Bagi Produk UMKM Lokal
Ada orang melakukan perjalanan wisata untuk memenuhi kebutuhan rohaninya dengan mengunjungi situs dan objek yang dipandang suci atau sakral sesuai dengan keyakinan keagamaannya.
Kebutuhan rohani dalam arti keinginan mengalami makna terdalam (the ultimate concern) kehidupan melalui perjumpaan dengan peristiwa,atau objek yang dipandang sakral menurut agamanya.
Ini terjadi dalam wisata ziarah atau tamasya rohani ke tempat dan objek sakral tersebut.
Dewasa ini orang mencari makna hidupnya dengan berwisata for pleasure, demi mencari kesenangan, kenikmatan, pada saat at leisure, saat bersantai libur.
Kemajuan teknologi, komunikasi, informasi dan transportasi menciptakan kemudahan untuk berwisata demikian.
Wisatawan mencari kenikmatan itu, dan tuan rumah atau investor menyediakan pelayanan untuk itu dilengkapi dengan segala fasilitas kenikmatan.
Timbullah industri pariwisata atau hospitality industry menjadi industri terbesar di abad XXI ini.
Pariwisata Agama
Pariwisata agama mencakupi dua hal yakni, pertama mengenai wisata spiritual ziarah maupun tamasya rohani dan ke dua wisata spiritual alam. (earth-based spirituality).
Wisata Ziarah
Ziarah merupakan satu fenomena religius yang lazim pada agama-agama walaupun awalnya mungkin tidak didukung dengan fasilitas memadai seperti moda transportasi, hotel, restoran, tour operator, agen perjalanan dan lain-lain, dan lebih sering peziarah menerima tempat istrahat (hospice) dari orang-orang yang bermurah hati menerimanya di tempat ziarah.
Dewasa ini, seiring dengan kemajuan pariwisata internasional, pariwisata spiritual ziarah menerima jasa pelayanan dari berbagai sektor usaha industri pariwisata modern seperti akomodasi, restoran, moda transportasi, souvenir dan sering juga dirangkaikan dengan
kunjungan rekreatif ke daya tarik wisata lainnya pada alam dan budaya.
Wisata spiritual ziarah mencakupi dua bentuk kegiatan yakni pilgrimage, perjalanan ke obyek atau even rohani dengan niat untuk beribadah, berdoa dll dan religious sightseeing yakni tamasya ke obyek atau destinasi rohani namun bukan dengan niat untuk berdoa atau beribadah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Albert-Novena.jpg)