Senin, 20 April 2026

Opini

Opini: Membasuh Kaki, Caritas et Servitus

Orang yang membasuh kaki adalah seorang hamba, seorang yang kedudukannya paling rendah di dalam masyarakat.

Editor: Dion DB Putra
DOK POS-KUPANG.COM
BASUH KAKI NAPI - Paus Fransiskus membasuh kaki para narapidana muda di sebuah penjara di Roma, Kamis 6 April 2023. 

Hal ini Ia tunjukkan dengan membasuh kaki mereka. Yesus melakukan hal yang paling hina dari sebuah tindakan kasih, untuk menunjukkan kasihNya yang begitu besar. 

Ia melayani mereka sebagaimana seorang hamba melayani tuannya. Yang terbesar sesungguhnya adalah bukan dia yang makan tetapi dia yang melayani (Luk 22:27).

Melayani sebagai tindakan mengambil bagian di dalam Yesus harus dipahami bahwa latar belakang kisah pembasuhan kaki adalah kesadaran Yesus akan waktuNya yang telah tiba untuk beralih kepada Bapa (Yoh 13:1). 

Yesus tidak akan tinggal bersama para muridNya lagi sebagaimana pada hari-hari sebelumnya. 

Namun sebelum semuanya terjadi, Yesus ingin melayani muridNya dengan kasih yang menyeluruh sekaligus meminta mereka saling mengasihi.

Pesan yang ingin disampaikan Yesus sekiranya adalah jika Ia mengasihi para murid dengan membasuh kaki mereka, maka para murid juga harus mengasihi sesamanya dengan membasuh kaki mereka. 

Jika Ia menunjukkan kasihNya dengan melayani, maka para murid pun harus mengasihi sesama dengan melayani. Melayani adalah tindakan kasih yang paling sempurna.

Ketika kita saling melayani, maka kita sedang mengambil bagian dan menjadi bagian kasih Kristus. Jika Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian di dalam Aku (Yoh 13:8). 

Hal ini berarti setiap kita melayani orang lain, kita juga sedang mengimitasi Tindakan pelayanan Yesus kepada para muridNya. 

Jika kita membasuh kaki sesama kita, berarti kita telah berada di dalam Yesus, mendapat bagian di dalam Dia.

Ketulusan dalam pelayanan adalah bentuk pewartaan cinta Yesus kepada sesama. Ketika pelayanan itu berdiri di atas dasar ketulusan, maka kita sebenarnya sedang menjadi Alter Christus, menjadi Kristus bagi yang lain. 

Ketika pelayanan itu terjadi atas dasar ketulusan, sebenarnya kita sedang merepresentasikan Kristus, cinta dan kasihNya kepada orang lain.

Yesus sangat menekankan pentingnya melayani. Kasih Yesus yang tidak terbatas memang seringkali diarahkan pada tubuhNya yang disalibkan hingga mati di kayu salib. 

Namun rasa-rasanya sangat sulit untuk ditiru dan diterima jika kita juga harus disalibkan demi menunjukkan cinta atau iman kita kepadaNya. 

Maka dari itu, imitasi tindakan Yesus membasuh kaki para murid merupakan tindakan sederhana tetapi luar biasa untuk menunjukkan kasih dan iman kita kepadaNya. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved