Opini

Opini: Perbanyak Hubungan Kerja Sama Kupang - Darwin

Hilangnya rute  peberbangan Kupang – Dili, menyebabkan banyak wisatawan yang memilih terbang melalui Bandara Ngurah Rai Bali. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ABED FRANS
Abed Frans 

Oleh: Abed Frans *

POS-KUPANG.COM - Beberapa hari terahir ini gencar pemberitaan di media cetak maupun media elektronik bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) tengah mempersiapkan Bandara El Tari Kupang untuk kembali berfungsi kembali sebagai bandara internasional. 

Salah satu rute internasional yang diharapkan dapat dilayani oleh Bandara El Tari adalah rute Kupang – Darwin, selain rute Kupang – Dili. 

Bahkan pemerintah Provinsi NTT berharap agar Bandara El Tari dapat melayani juga penerbangan internasional lainnya seperti Kupang – Kuala Lumpur atau daerah lain di wilayah Malaysia.

Hal ini tentu saja merupakan sebuah berita yang sangat menggembirakan dan sudah selayaknya kita memberikan apresiasi yang besar pada niat baik bapak Gubernur Melki Laka Lena beserta seluruh jajaran. 

Baca juga: Bandara El Tari Kupang Siap Sambut Penerbangan Internasional Februari 2026

Tentu saja tujuan bapak Gubernur NTT dalam hal ini adalah supaya bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di NTT khususnya di kota Kupang. 

Bayangkan bila ada penerbangan langsung dari Kupang-Dili (pp), Kupang – Darwin (pp), dan bahkan ada juga rute Kupang – Kuala lumpur (pp) misalnya, bagaimana kota Kupang ini tentu saja akan mengalami perubahan yang cukup signifikan. 

Sebagai salah satu pelaku pariwisata NTT, penulis ikut membayangkan akan banyak wisatawan dari tiga negara itu yang akan berseliweran di kota Kupang ini, dan bahkan di kota-kota lain di sekitar Kupang.

Tentu para pengusaha UMKM pun akan ikut terkena dampak domino yang positif. 

egitu pula para pengusaha di bidang lainnya yang ada kaitannya dengan kepariwisataan seperti pengusaha restauran, hotel, penyewaan kendaraan, pramuwisata (guide), dan sebagainya. 

Bahkan bukan mustahil akan muncul investasi-investasi baru yang akan datang dari ketiga negara tersebut.

Beranjak dari berita baik dari pemerintah Provinsi NTT tersebut, maka penulis ingin memberikan beberapa masukan yang sekiranya dapat bermanfaat bagi keberlanjutan mimpi besar pemerintah merevitalisasi Bandara El Tari kembali menjadi bandara internasional. 

Pertama adalah kita belum mengetahui maskapai apa yang akan melayani rute-rute penerbangan internasional tersebut. Adalah tidak mudah bagi sebuah operator maskapai penerbangan untuk membuka sebuah rute baru. 

Bukan sebuah rahasia bahwa pertimbangan pertama sebuah operator membuka rute baru adalah potensi mobilisasi masyarakatnya, baik itu perjalanan keluarga, bisnis atau wisata. 

Semua operator akan berlomba-lomba membuka rute tersebut apabila dinilai sangat berpotensi oleh mereka, bahkan tanpa diminta pemerintah sekalipun. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved