Senin, 20 April 2026

Opini

Opini: Membasuh Kaki, Caritas et Servitus

Orang yang membasuh kaki adalah seorang hamba, seorang yang kedudukannya paling rendah di dalam masyarakat.

Editor: Dion DB Putra
DOK POS-KUPANG.COM
BASUH KAKI NAPI - Paus Fransiskus membasuh kaki para narapidana muda di sebuah penjara di Roma, Kamis 6 April 2023. 

Orang yang membasuh kaki adalah seorang hamba, seorang yang kedudukannya paling rendah di dalam masyarakat, sebagai bentuk tindakan ketaatan kepada tuannya. Makanya tidaklah lazim jika Yesus yang adalah Guru membasuh kaki Petrus. 

Petrus melihat dan menyadari Yesus adalah seseorang yang kedudukannya paling tinggi. Ia memanggil Yesus dengan sebutan Guru. Maka pantaslah ia menolak Yesus membasuh kakinya sebab ia menyadari bahwa di depan Yesus yang adalah Gurunya, ia tidaklah lebih dari seorang murid. 

Yesus yang adalah Mesias, yang berada di tempat yang paling tinggi, yang
berkedudukan paling tinggi, tidaklah pantas mencuci kaki seorang hamba, apalagi seorang penjala ikan. 

Hal yang paling lazim adalah ia membasuh kaki Yesus, Tuhannya. Namun Yesus mengubah cara pandang para murid, khususnya Petrus. Yesus memperbarui konsep pembasuhan kaki

Yesus menunjukkan bahwa seorang guru haruslah mampu melayani, bahkan dengan cara paling hina. Ia menunjukkan contoh yang sempurna kepada mereka dengan melayani mereka melalui tindakan paling hina yakni membasuh kaki mereka. 

Ia membasuh kaki para murid agar mereka melakukan hal yang serupa kepada orang lain.

Pelayanan adalah tindakan kasih

Pada Kamis 18 April 2019, Paus Fransiskus mengunjungi tahanan Valletri, Roma Selatan. 

Ia merayakan Kamis Putih bersama para tahanan. Hal yang paling mengesankan adalah ketika Sri Paus mencium kaki para tahanan. 

Ia tidak hanya membasuh kaki mereka tetapi juga menciumnya. “Yang terhebat harus melayani yang terkecil. Ia yang merasa paling besar harus melayani,” demikian kata Paus Fransiskus kepada kedua belas rasul dan kepada semua orang yang ikut merayakan Kamis Putih bersamanya saat itu.

Tindakan Paus mencium kaki para tahanan merupakan imitasi sempurna akan peristiwa Yesus membasuh kaki para muridNya. Yesus membasuh kaki para muridNya agar para muridNya melakukan hal yang serupa kepada orang lain. 

Ia merendahkan diriNya menjadi seperti seorang hamba agar para muridNya menjadi hamba bagi orang lain, melayani sesama dengan penuh kasih. 

Kristus memberikan contoh bagi kita untuk mencintai dan melayani sesama dengan tulus, demikian kata St. Theresa dari Calcutta.

Yesus sungguh menunjukkan cintaNya yang begitu besar kepada dunia dalam peristiwa perjamuan terakhir. Ia mengasihi mereka sampai pada kesudahannya (Yoh 13:1). 

Yesus ingin menunjukkan kepada para murid betapa Ia mencintai mereka secara penuh, secara menyeluruh. Ia mengasihi mereka tidak setengah-setengah, tetapi sampai pada waktu Ia membawa mereka kepada kemuliaanNya di Yerusalem abadi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved