Senin, 13 April 2026

Liputan Khusus

Lipsus - Enam Anak Indonesia Kalahkan Amerika di Kompetisi Sempoa Dunia

Prestasi yang diraih Nono ini merupakan yang kedua untuk kompetisi yang sama.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN 
Nono saat mengikut kompetisi dunia Sempoa 2024.. 

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Anak-anak NTT kembali menunjukkan prestasinya setelah unggul dalam kompetisi Sempoa dunia tahun 2024. Lima orang menempati nomor satu hingga lima dunia.

Berdasarkan data Urban Math Heroes Abacus World Competition 2024 yang diperoleh Pos Kupang, Minggu (19/1) lima orang anak NTT menempati rangking 1 sampai 5.

Kelima anak NTT tersebut adalah Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay yang sering dipanggil Nono meraih poin 60.012, Gilbert Arnolus Julius Mooy meraih 47.566, Scarlett Damiaty Trinch Fangidae meraih 44.242 poin,  Novantry Maharani Rambu Day Tonael meraih 39.136 point,  Efran Elajaro Archerio Jusuf meraih 29.996 poin.

Sedangkan rangking 6 ditempati Ishita Mamidi dari Amerika Serikat dengan jumlah point 22215 dan di rangking 7 ditempat Falco Cantabile Mirocles Manuel .18.221 poin. Selanjutnya dari rangking 8 hingga 20 ditempat anak-anak dari Amerika Serikat.

Prestasi yang diraih Nono ini merupakan yang kedua untuk kompetisi yang sama. Pada tahun 2022 lalu, Nono juga menempati juara 1 kompetisi sempoa tingkat dunia..

Nono kembali mengeliminasi ribuan peserta untuk meraih posisi puncak kompetisi yang digelar setahun penuh ini.

"Hasil lomba Nono baru upload 5 menit lalu, Nono kembali di posisi 1 dunia," tulis ibu kandung Nono, Nuryati Seran lewat story aplikasi pesan WhatsApp (WA), Rabu (15/1) lalu.

Pada Minggu (19/1) Pos Kupang menemui  Ny. Nuryati Seran dan Nono di kediaman mereka di Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang.  

Nuryati mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih anaknya setelah satu tahun berjuang dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, tingkat kesulitan dalam kompetisi 2024 ini mulai meningkat dibandingkan tahun 2022 lalu.

Keberhasilan Nono ini tak lepas dari dukungan mereka sebagai orangtua bersama sejumlah pihak yang mendukung Nono baik lewat laptop maupun kuota internet untuk kelancaran Nono mengikuti kompetisi.

Selain itu, tambahnya, pola disiplin selama kompetisi juga dijaga ketat oleh mereka sebagai orangtua termasuk asupan gizi seimbang bagi Nono.

"Selama ini yang dampingi bapaknya. Pagi hari setelah bangun tidur dia berdoa. Setelah itu drill (berlatih secara berulang) dengan bapaknya selama 15-20 menit kemudian mandi dan siap ke sekolah," ungkap Nuryati.

Hal yang sama juga berlaku saat pulang sekolah, Nono yang sadar sedang berkompetisi juga tak terlalu merasa terbebani. Bahkan mereka sebagai orangtua tak terlalu menekannya untuk belajar.

Mereka selalu memberikan waktu agar Nono juga menikmati masa kecilnya dengan bermain bersama teman sebaya di sekitar rumahnya. Namun tak lupa juga mengingatkan agar selalu berdoa dan belajar.

“Saat sore setelah mandi, Nono bersama ayahnya akan duduk di depan laptop dan mulai mengerjakan file yang berisi soal berhitung yang dikirim penyelenggara kompetisi,” ujar Nuryati.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved