Kamis, 4 Juni 2026

Liputan Khusus

Lipsus - Enam Anak Indonesia Kalahkan Amerika di Kompetisi Sempoa Dunia

Prestasi yang diraih Nono ini merupakan yang kedua untuk kompetisi yang sama.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN 
Nono saat mengikut kompetisi dunia Sempoa 2024.. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Dr. Eliazer Teuf menyampaikan bahwa saat ini sedang diusulkan penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi di Kabupaten Kupang.

“Pertama, Pemda Kabupaten Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, cukup berbangga karena Nono kembali meraih juara satu dunia untuk lomba abacus tahun 2024,” ujar Eliazer pada Minggu (19/1)

Kedua  lanjutnya, Pemda Kabupaten Kupang di tahun anggaran 2025 menyediakan penghargaan bagi siswa-siswi yang berprestasi. Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pihaknya sudah programkan itu untuk siswa-siswi berprestasi. Dengan demikian, ke depan kalau DPA sudah ditandatangani, pihaknya bisa sampaikan pada masyarakat dan siswa-siswi di Kabupaten Kupang agar terus berprestasi karena ada penghargaan dari Pemda.

Terkait metode pembelajaran lanjut Eliazer, Kurikulum Merdeka Belajar masih digunakan hingga saat ini, namun semangat berdiferensiasi harus dilaksanakan.

“Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar masih kita gunakan. Semangatnya adalah pembelajaran berdiferensiasi. Diharapkan guru mengenal secara persis, bakat, dan minat anak sehingga menggunakan media pembelajaran dan pendekatan pembelajaran, yang cocok dengan bakat minat siswa. Contohnya Nono bakat minatnya di matematika, untuk pendekatan yang menyenangkan dalam matematika menjadi bagian terpenting dalam pembelajaran,” jelasnya.

Eliazer menuturkan, semangat curriculum merdeka sejalan dengan pendekatan deep learning, yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Pendekatan deep learning ini, guru berupaya agar melakukan inovasi. Inovasi tersebut harus ada hubungan dengan pembelajaran tuntas, yang dilaksanakan atas tiga hal penting yakni mindful atau kesadaran, meaningful atau pembelajaran harus bermakna, dan  joyful atau pembelajaran harus menyenangkan.

“Ini sebenarnya sudah dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar, dalam pembimbingan terhadap Nono. Hal ini seharusnya dipakai untuk pembelajaran di sekolah-sekolah lain. Pendekatan yang dilakukan oleh guru di SDN Buraen 1 sehingga menghasilkan Nono tetap juara dunia, diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain, sehingga bisa muncul nono - nono baru di satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Kupang,” tuturnya.

Semangat belajar Nono selalu dikampanyekan di berbagai sekolah di Kabupaten Kupang. Dia berharap bisa memotivasi anak-anak lain untuk berprestasi.

“Semangat belajar Nono ini kita selalu kampanyekan di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kupang. Mari kita terus belajar, dorong anak-anak kita, bimbing mereka supaya semangat belajar itu ada. dan mereka juga bisa berprestasi seperti Nono,” harapnya.

Eliazer juga menambahkan selain Nono, siswa lainnya dari sekolah yang sama yakni Angelus Nitti juga merupakan siswa berprestasi tingkat internasional. Hal ini menjadi kebangaan tersendiri bagi Kabupaten Kupang untuk mendorong siswa-siswi lainnya, berprestasi di tingkat dunia. 

LEPRID Beri Apresiasi

Lembaga Prestasi Indonesia Dunia atau LEPRID mengapresiasi Caesar Hendrik Meo Tnunay alias Nono, bocah genius asal Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pendiri sekaligus Ketum LEPRID Paulus Pangka mengatakan, apresiasi itu bentuk kepedulian. Penghargaan ini diberikan kepada Nono saat juara dunia pada kompetisi dengan 7 ribu siswa lainnya.

"Kami memberikan apresiasi kepada anak-anak yang benar-benar luar biasa," kata Paulus, Minggu (19/1) dihubungi dari Kupang.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved