Liputan Khusus
Lipsus - Enam Anak Indonesia Kalahkan Amerika di Kompetisi Sempoa Dunia
Prestasi yang diraih Nono ini merupakan yang kedua untuk kompetisi yang sama.
Rafael Imanuel Meo Tnunay, ayah Nono selalu setia mendampinginya selama mempelajari rumus dan berlatih contoh soal yang diberikan.
Soal makanan kata Nuryati, anaknya tak terlalu pemilih namun dia lebih suka makan sayuran alami yang tumbuh di sekitar rumahnya seperti kelor, daun singkong, bunga papaya. Bahkan sayur jantung pisang yang selalu menjadi menu favorit Nono.
Ada hal yang menurut Nuryati sempat membuat dirinya panik, pasalnya Nono sempat stres menunggu hasil yang diumumkan pihak penyelenggara.
Biasanya kata dia, setelah tanggal 31 Desember satu pekan setelahnya sudah bisa mendapatkan hasilnya. Namun sudah dua pekan hasilnya tak kunjung keluar membuat Nono terbawa pikiran sampai tertidur.
"Nono sempat mengigau saat malam dan dia berjalan keluar kamar lalu bertanya soal hasil kompetisi. Tetapi beberapa saat kemudia kembali tidur lagi. Kami juga kaget, tapi kami minta dia bersyukur lalu bernazar kepada Tuhan juga minta dia berbagi dengan orang lain. Selang beberapa hari hasilnya keluar dia sempat tidak percaya nilainya begitu tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," kisah Nuryati.
Kagumi Presiden Prabowo
Kata Nuryati, selama ini ada beberapa slogan yang dipakai Nono untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Nono kan mengidolakan Pak Prabowo. Jadi ada kata-kata Pak Prabowo seperti never give up dan kalau pendekar jatuh ya bangkit lagi. Itu selalu dia ucapkan kalau mulai frustasi atau gagal," ungkapnya.
Nono yang diwawancarai terpisah via telepon mengaku ada tiga sosok idolanya saat ini yang begitu dia kagumi yakni Yesus Kristus yang ia imani, Elon Musk, dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo dia masukkan dalam daftar idolanya karena cita-citanya menjadi tentara dan dia mengagumi sosok Prabowo yang berasal dari militer lalu menjadi presiden.
Soal kompetisi ini dirinya mengaku sangat puas karena hasilnya sesuai dengan apa yang dia harapkan termasuk disiplin yang diterapkan orang tuanya.
"Terimakasih kasih bapa dan mama dan semua yang dukung Nono," ungkap Nono.
Untuk diketahui, Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay alias Nono menyabet juara pertama International Abacus World Competition 2022. Ia berhasil menyingkirkan 7.000 peserta lainnya dalam kompetisi matematika dan sempoa tingkat dunia.
Nono lahir di Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang pada 2 April 2015. Ia lahir dari pasangan Raflim Meo Tnunai dan Nuryati Seran. Sang ayah bekerja serabutan, dulunya kuli atau tukang bangunan. Sedangkan sang ibu merupakan guru dengan status kontrak.
Apresiasi yang Berprestasi
Pemerintah Kabupaten Kupang, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang mengapresiasi Caesar Hendrik Meo Tnunay alias Nono, siswa kelas 4 SDN Buraen 1, Kabupaten Kupang kembali meraih peringkat satu lomba abacus, bertajuk Abacus World Competition tahun 2024 mengalahkan puluhan peserta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Nono-saat-mengikut-kompetisi-dunia-Sempoa-2024.jpg)