Liputan Khusus
Lipsus - Enam Anak Indonesia Kalahkan Amerika di Kompetisi Sempoa Dunia
Prestasi yang diraih Nono ini merupakan yang kedua untuk kompetisi yang sama.
Dia menyebut, penghargaan ini juga berangkat dari mulai berubahnya prespektif orang tua dan anak-anak NTT yang mulai tertarik dengan ilmu berhitung. Artinya ada perubahan generasi yang lebih bagus.
Tidak seperti masa sebelumnya, banyak orang terutama anak-anak sekolah sering menghindari pelajaran matematika. Pembuktian perubahan itu kini mulai banyak anak-anak asal NTT yang menempuh pendidikan dengan ragam seperti pilot hingga lainnya.
"Perubahan cara pandang orang tua. Penting belajar eksakta yang ditinggalkan. Saya melihat prestasi ini sangat inspiratif. Apalagi mewakili negara di level dunia," kata dia.
Selain memberikan penghargaan itu, Paulus juga menyampaikan informasi itu ke beberapa jejaringnya agar Nono bisa mendapat perhatian lebih. Baginya Nono adalah aset yang perlu dijaga dengan baik.
Dia juga sempat menyampaikan informasi ini ke Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma. Dia berharap kedekatan Melki-Johni bisa mempertemukan Nono dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Ini adalah satu semangat baru. Dia kan mau jadi tentara. Bahwa ada satu semangat baru dengan kehadiran Presiden Prabowo," ucap Paulus.
Paulus kagum dengan orang tua Nono. Sekalipun hanya sebagai honorer, orang tua Nono mampu memberi perhatian serius hingga Nono meraih prestasi seperti ini. Paulus melihat itu sebuah cara pandang orang tua yang ikut berubah.
Menurut Paulus, kebanyakan orang NTT sampai saat ini lebih senang mempelajari ilmu sosial politik. Diskursus mengenai situasi politik sering hangat dibanding membahas ilmu lebih mendalam.
"Dengan Nono dan teman-temannya, harapan kami menjadi inspirasi supaya mau belajar di bidang itu," kata dia.
Dia mendorong agar guru-guru juga lebih banyak mulai mengarahkan anak-anak agar giat dalam belajar eksakta. LEPRID juga berharap SMA/SMK juga menerapkan pola semacam ini.
Begitu juga dengan pemerintah, kata dia, agar ikut bertanggung jawab dalam memberi perhatian ke anak-anak seperti Nono ini. Paulus mengaku, penghargaan untuk Nono sudah diberikan beberapa waktu lalu. "Kita harus dukung anak-anak ini. Bagian juga dari motivasi untuk mereka," kata Paulus.
LEPRID ingin melihat orang-orang berprestasi dari kalangan masyarakat menengah ke bawah agar diberi perhatian. Dia tidak ingin tidak hanya sekedar penghargaan tapi juga ada efek lebih dari lanjut dari prestasi itu.
Berani Investasi SDM NTT
Beberapa siswa asal NTT meraih juara Internasion Abacus World Comoetition 2024, DPRD NTT minta pemerintah untuk fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) NTT.
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo mengatakan, masa depan NTT 2045 menjadi Indonesia emas dan NTT emas akan ditentukan oleh anak-anak hebat yang juara dan anak-anak lainnya di NTT karena prestasi anak-anak itu menjadi pintu pembuka untuk adanya inovasi luar biasa.
“Sudah waktunya bagi pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, di tingkat kecamatan termasuk para guru dan kepala sekolah untuk berani serius investasi pada pengembangan SDM khususnya kepada lima anak NTT yang juara dunia ini,” kata Winston saat diwawancarai Pos Kupang, Minggu (19/1) malam.
Menurut Winston, yang menjadi tantangan bagi pemerintah saat ini adalah belum adanya keseriusan dalam memperhatikan SDM yang ada. Namun lebih suka memetik buah yang sudah matang dan tidak mau investasi dalam pengembangan SDM.
“Saya kira kita belum bikin banyak hal dan belum buat apa apa. Kita hanya bagian selebrasi saja, seperti pengalaman sebelumnya yaitu Nono yang juara internasional. Dampak untuk sekolah dan orang tua untuk terus dibimbing tidak ada,” ujarnya.
Dikatakan Winston, harusnya pemerintah akan lebih memperhatikan lagi terkait bagaimana fasilitas pendidikan siswa dan siswi khususnya yang berprestasi terkait kesehatan dan pendampingan ahli, hiburan atau rekreasi, pengembangan minat dan metode belajar itu harus dipikirkan dengan serius.
Mencari bibit unggul, kata Winston, harus dimulai dengan keseriusan memberikan perhatian dan tindakan nyata. Yang mana, bibit unggul banyak yang lahir dalam kompetisi yang dibuat secara sistematis.
“Ini refleksi kita bersama. Mari kita serius investasi untuk pada SDM unggul ini,” ujarnya. (ary/cr19/fan/cr20)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Nono-saat-mengikut-kompetisi-dunia-Sempoa-2024.jpg)