Kamis, 7 Mei 2026

Obituari

Kepingan-kepingan Kenangan Bersama Kak Niko: Dari Bali hingga Manado

Sekretariat baru yang kami tempati, terletak di Jalan Anggur depan markas Polda NTT, tepatnya berjarak 50 meter di belakang Margasiswa PMKRI Kupang.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Nikolaus Frans (Ketua DPC GMNI Kupang) dan Viktus Murin (Sekretaris DPC GMNI Kupang) saat menjadi Peserta Kongres GMNI di Denpasar Bali tahun 1996. Nampak Niko duduk di samping kanan Viktus yang sedang berbincang dengan Ketua DPC GMNI Jakarta Selatan Ahmad Baskara (Basarah). Saat ini Basarah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PD. 

Pada pagi hari 8 Oktober 1995 itu, Kak Niko dan saya sempat melantik Anggota Baru GMNI pasca digodok dalam PPAB. Saya ingat benar, di antara anggota baru yang kami lantik itu, ada mahasiswa bernama Raymundus Fernandez yang di kemudian hari menjadi Bupati Timor Tengah Utara (TTU) dua periode.

Kongres Bali tahun 1996

Jalannya sejarah GMNI Kupang terus beranjak maju, hingga tiba di momen Kongres GMNI di Denpasar, Bali, tahun 1996. Kami pengurus DPC, terkhusus Kak Niko dan saya saling menelpon bertukar kabar dan ide untuk merespon keikutsertaan Cabang Kupang di Kongres Bali.

"Vik, siapkan diri untuk berangkat ke Bali. Ketua dan Sekretaris harus hadir di Kongres sebagai Peserta," suara Kak Niko bernada instruksi terdengar dari balik telpon. Waktu itu kami bertelponan dari Wartel atau nunut di telpon kantor.  Handphone masih merupakan barang mewa, yang tidak mungkin bisa dibeli oleh aktivis model kami; aktivis dompet gemetar. 

Di lain kesempatan Kak Niko kembali menghubungi saya. "Vik, walau kondisi serba terbatas, kami teman-teman yang di Kupang siap berangkat ke Bali. Kami akan berangkat naik kapal laut. Sampai ketemu di Bali, Vik."

Saya pun meyakinkan Kak Niko akan berangkat ke Bali. "Baik Kak Niko, saya harus ketemu dulu dengan Om Valdo, semoga Om Valdo bisa mengizinkan saya bertugas meliput Kongres Bali untuk pemberitaan koran Berita Yudha."

Selaras harapan dan doa, Om Valdo setuju saya ke Bali setelah tahu bahwa saat saya pindah dari Kupang ke Jakarta, posisi saya masih aktif sebagai Sekretaris GMNI Kupang. Sesuai arahan Om Valdo, divisi keuangan redaksi Berita Yudha pun mengeluarkan ongkos peliputan Kongres Bali.

Taksasi ongkos peliputan diproyeksikan untuk tiga sampai lima hari kerja, sudah termasuk ongkos tiket bus rute Jakarta-Bali, dengan perkiraan lama perjalanan satu hari dua malam.

Singkat cerita kami semua anggota delegasi Kupang pun bertemu di Bali. Yang berangkat dari Kupang, selain Kak Niko, kalau tidak keliru ada Hans Wadu, Klemetinus Sakri, dan M.M Tensi yang di kemudian hari menjadi pendamping hidup Ka Niko. Genaplah lima orang anggota delegasi Kupang, termasuk saya, bersua di Pulau Dewata.

Satu atau dua hari sebelum pembukaan Kongres, ada peristiwa sedikit konyol sekaligus kocak yang "menimpa" kami delegasi Kupang. Konon, ada seorang pengurus DPC, yang ditugaskan untuk bertemu seorang Bupati di Pulau Timor yang sudah berniat membantu tambahan biaya delegasi Kupang ke Kongres Bali.

Maksudnya bila dana bantùan itu sudah diterima dari sang bupati, maka selekasnya dana itu ditransfer ke Bali untuk tambahan biaya operasional delegasi.

Ternyata oh ternyata, begitu Kak Niko dan rombongan dari Kupang tiba di lokasi Kongres, setelah beberapa malam menumpang kapal laut, si kawan pengurus yang ditugaskan bertemu bupati, sudah tiba lebih dulu di Denpasar.

Si kawan ini bahkan ikut menunggu/menjemput Kak Niko dan rombongan di pintu gerbang lokasi Kongres Bali. Dia membeli tiket pesawat menggunakan sebagian dana bantuan sang bupati, terbang dari Kupang ikut menyusul delegasi Kupang di Bali.

Melihat si kawan pengurus ini sudah ada di hadapannya, bertemu muka dengan muka, Kak Niko spontan naik pitam. Kata-kata khas tiga huruf, bahkan tujuh huruf mengalir deras dari bibir Kak Niko.

Tatkala amarah Kak Niko mulai mereda, untuk mencairkan suasana yang kaku itu, dalam nada ringan setengah berkelakar, saya pun menegur si kawan pengurus itu.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved