VIDEO: Ditembusi Timah Panas, Residivis Pemerkosaan di Sikka, Jatuh Terkapar. Ini Videonya

VIDEO: Ditembusi Timah Panas, Residivis Pemerkosaan di Sikka, Jatuh Terkapar. Residivis bernama Roni itu dilumpuhkan polisi dengan timah panas.

Ketika petugas  kesehatan  hendak  melilitkan  verban dan penopang pada kedua kakinya, Rino  mengerang kesakitan.

Ada juga bekas darah mengering di  kedua kakinya. Kemungkinan darah segar itu berasal dari luka bekas  tembakan  peluru.  Kedua  tangannya  tetap diborgol dan dibalut  dengan plakban.

Untuk diketahui, Rino  kabur  dari  tahanan  Mapolres  Sikka, Minggu  (3/11/2019) dalam keadaan tangan terborgol.

Rino berhasil kabur dari sel Polres Sikka setelah ia melengkungkan besi  beton yang dipasang sebagai jari-jari pada sel tersebut.

Saat kabur dari tahanan, seorang tahanan lainnya berinisial SAN, juga ikut kabur  bersama. 

Namun  pelarian  SAN  hanya sehari. Karena pada Senin  (4/11/2019)  sore sekitar pukul   16.20   Wita, SAN berhasil dibekuk dan dijebloskan lagi ke sel.

Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, menyebutkan, Roni ditangkap saat sedang mengendarai sepeda motor melintasi Kecamatan Berru.

Saat hendak dibekuk, oknum bersangkutan sempat berusaha mengecohkan polisi. Namun upaya itu hanya berlangsung beberapa saat saja.

VIDEO: Gubernur Viktor Laiskodat Inginkan NTT Berjaya dengan Sapi-Sapi Mahal. Tonton Videonya

VIDEO: Gubernur NTT Katakan, Narasi Jadi Kekuatan Utama Membangun NTT. Simak Videonya

Video: Penumpang Deg-Degan, Batik Air Landing Darurat di Landasan El Tari, Pilot Serangan Jantung

Saat itu polisi terus mengejarnya hingga akhirnya berhasil dibekuk. Polisi menangkap Roni berkat bantuan warga setempat.

Namun saat polisi hendak melumpuhkannya, Roni sempat melakukan perlawanan. Berbekal sebilah pisau yang selalu dibawanya, Roni berusaha kabur dengan menyerang aparat kepolisian.

Halaman
123
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved